SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mulai menguji coba pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam menangani administrasi persidangan.
Langkah inovatif ini diambil guna mengatasi lonjakan perkara serta keterbatasan jumlah sumber daya manusia (SDM) yang ada.
Wakil Ketua PA Tigaraksa, M. Yusuf mengungkapkan bahwa lembaganya menghadapi beban kerja yang sangat tinggi. Setiap tahunnya, jumlah perkara yang masuk bisa mencapai 8.000 hingga 9.000 kasus atau berkisar antara 500 sampai 600 perkara per bulan.
“Dengan jumlah perkara yang membludak, sementara jumlah hakim dan pegawai terbatas—hanya sekitar 11 orang—mustahil bisa mengerjakannya dengan cepat tanpa bantuan teknologi,” ujar Yusuf dalam siniar di kanal Satelit News.
Meski mulai mengandalkan teknologi, pihak pengadilan menegaskan bahwa AI tidak akan mengambil alih ranah substansial persidangan, khususnya terkait nilai-nilai keadilan dan pertimbangan hukum.
Peran AI dibatasi hanya untuk membantu pekerjaan administratif yang bersifat repetitif, seperti menyusun berita acara dan merangkum duduk perkara. Jika sebelumnya penyiapan dokumen manual memakan waktu hingga 3–5 jam, penggunaan AI mampu memangkas waktu pengerjaan menjadi di bawah 1 jam.
Baca Juga: Warga Pasar Kemis Kini Bisa Urus Administrasi Kependudukan di Malam Hari
Sementara itu, analisis emosional persidangan, penilaian subjektif, hingga penentuan putusan mutlak tetap menjadi wewenang penuh para hakim.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait keamanan data pribadi, M. Yusuf memastikan bahwa pihaknya menggunakan layanan AI berbayar yang profesional dan terverifikasi. Hal ini dilakukan untuk menjamin agar dokumen rahasia para pihak yang bersengketa tetap terlindungi dengan aman di dalam sistem.
Melalui uji coba ini, PA Tigaraksa menargetkan proses penyelesaian dokumen administrasi persidangan dapat rampung pada hari yang sama dengan persidangan (one-day service), sehingga masyarakat pencari keadilan bisa mendapatkan kepastian hukum dengan lebih cepat dan efisien. (gatot)

















