SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang menggulirkan program pembangunan masjid melalui gerakan kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat. Program bertajuk Bersama Membangun Masjid tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja (Raker) Baznas Kota Tangerang 2026.
Pimpinan Baznas Kota Tangerang, KH. M. Aslie Elhusyairy mengatakan, Raker 2026 memiliki dua fokus utama. Pertama, membangun masjid melalui sinergi pemerintah dan masyarakat. Kedua, menyelaraskan program kerja Baznas dengan kebijakan dan prioritas pembangunan pemerintah daerah.
Menurut KH Aslie, penyelarasan tersebut penting agar program yang dijalankan Baznas sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan Kota Tangerang.
“Yang pertama membangun masjid bersama pemerintah dan masyarakat di Kota Tangerang. Yang kedua menyelaraskan program kerja tahun ini sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam aspek-aspek yang akan kita bangun. Jadi, kolaborasi,” ujarnya usai peluncuran di Asrama Grand El-Hajj, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (4/11/2026).
Selain program pembangunan masjid, Baznas Kota Tangerang juga mematok target penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp25 miliar pada 2026. Aslie menyebutkan, penghimpunan ZIS pada tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp24 miliar. Dengan capaian tersebut, Baznas optimistis dapat memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Kita ingin mencapai target. Target yang dibebankan kepada kita Rp25 miliar tahun ini. Harus tercapai. Tahun kemarin Rp24 miliar dan alhamdulillah tinggal beberapa lagi yang akan kita kejar,” katanya.
Baca Juga: Gudang Oli di Cibodas Kota Tangerang Terbakar Hebat
Terkait pembangunan masjid, Aslie menjelaskan, Baznas akan mengajak seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Kota Tangerang untuk bersinergi menghimpun dan mengelola dana secara bersama-sama.
Dia memperkirakan terdapat sekitar 800 masjid di Kota Tangerang. Apabila setiap masjid dapat berkontribusi Rp1 juta, dana yang terkumpul berpotensi mencapai Rp800 juta. Dana tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk membangun satu masjid secara optimal
Karena itu, Baznas mendorong agar dana yang belum digunakan untuk pembangunan di masing-masing masjid dapat disinergikan dan disalurkan terlebih dahulu untuk kebutuhan yang lebih mendesak. “Kalau kita di Cianjur, Lampung, dan Sumatera membangun di tempat orang, masa di tempat sendiri kita tidak punya semangat? Padahal, mungkin kita bisa salat di situ, begitu juga anak cucu kita suatu ketika,” tuturnya.
Sementara, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Raker Baznas sekaligus peluncuran program Bersama Membangun Masjid. Dia berharap forum tersebut menghasilkan program-program unggulan yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Sachrudin juga mengapresiasi kinerja Baznas Kota Tangerang yang berhasil meraih sejumlah penghargaan di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional.
Salah satunya penghargaan atas tata kelola ZIS yang disebutnya sebagai yang terbaik secara nasional. Selain itu, Baznas Kota Tangerang juga menerima penghargaan dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) di Bandung serta dijadwalkan memperoleh penganugerahan dari Komisi Informasi Publik di tingkat Provinsi Banten.
Menurut Sachrudin, Baznas merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan. Karena itu, dia mendorong penguatan kolaborasi dengan melibatkan berbagai unsur melalui pendekatan pentahelix, yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
Baca Juga: Saluran Air Dikeruk, PUPR Kota Tangerang Kurangi Risiko Banjir Saat Musim Hujan
“Kolaborasi pentahelix ini satu kesatuan untuk membangun bangsa. Kita mulai dari Kota Tangerang, dari Kota Tangerang untuk Indonesia,” ujarnya.
Sachrudin menegaskan, pembangunan kota tidak cukup hanya diukur dari kemegahan bangunan maupun kualitas infrastruktur. Pembangunan juga harus menyentuh aspek sumber daya manusia, kesadaran, dan kepedulian sosial masyarakat.
Dia mengatakan, Kota Tangerang merupakan rumah bersama yang harus dijaga dan dirawat seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana dasar tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, Sachrudin berharap keberadaan Baznas semakin memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Kota Tangerang yang aman, nyaman, sejahtera, dan berakhlakul karimah. (made)

















