SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Memasuki musim hujan, kelancaran saluran air menjadi salah satu hal penting untuk mengurangi risiko genangan di lingkungan permukiman. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang terus melakukan pengerukan saluran air dan sungai di sejumlah wilayah.
Pengerukan dilakukan untuk mengangkat endapan lumpur dan material yang menyebabkan saluran menjadi dangkal. Dengan begitu, kapasitas saluran dapat lebih optimal dalam menampung dan mengalirkan air hujan, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan, pengerukan diprioritaskan pada sejumlah titik yang membutuhkan penanganan, khususnya saluran di kawasan padat penduduk.
“Saluran yang mengalami pendangkalan kita bersihkan agar aliran air lebih lancar. Ini merupakan bagian dari upaya mengantisipasi genangan saat musim hujan,” ujarnya.
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pengerukan di antaranya saluran pembuangan Taman Elang di Periuk, Sungai Cantiga, saluran pembuangan Cibodasari di Cibodas, dan Keroncong Permai. Pekerjaan serupa juga dilakukan di aliran Danau Cipondoh, saluran pembuangan Mutiara Pluit, Kali Ledug, Rawa Kunciran, Kali Serua, serta beberapa titik lainnya.
Menurut Taufik, pembersihan saluran lingkungan penting dilakukan agar air dari kawasan permukiman dapat mengalir menuju saluran utama. Sebab, saluran yang mengalami pendangkalan berpotensi menghambat aliran air, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Baca Juga: Musim Hujan Telat, El Nino Hingga Awal 2027
Namun, upaya mengurangi genangan tidak cukup hanya dengan membersihkan saluran di lingkungan permukiman. Kelancaran aliran air juga perlu didukung kondisi sungai sebagai tempat penampungan dan pengaliran air dalam skala lebih besar.
Karena itu, penanganan juga dilakukan melalui normalisasi Kali Angke, khususnya pada segmen Pondok Bahar hingga Bendungan Polor. Pekerjaan tersebut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kota Tangerang.
Normalisasi Kali Angke sebelumnya ditinjau Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin melalui kegiatan susur sungai sepanjang 3,5 kilometer. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Taufik menjelaskan, penanganan banjir dan genangan membutuhkan pekerjaan yang saling terhubung dan dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari pengerukan saluran, normalisasi sungai, perbaikan drainase, hingga pemeliharaan turap.
Selain upaya pemerintah, ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air. Pasalnya, saluran yang sudah dibersihkan dapat kembali tersumbat apabila sampah dibuang sembarangan ke selokan maupun sungai.
”Karena itu, menjaga kebersihan saluran air harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah melakukan pengerukan dan pemeliharaan, sementara masyarakat ikut menjaga agar saluran tetap bersih dan tidak tersumbat sampah,” pungkasnya.
Baca Juga: Jalan M. Toha Kembali Mulus, PUPR Kota Tangerang Rampungkan Perbaikan Lebih Cepat dari Jadwal
Melalui berbagai upaya tersebut, Taufik berharap aliran air di kawasan permukiman maupun sungai dapat lebih lancar sehingga risiko genangan saat musim hujan bisa ditekan. (adv)

















