SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Budaya membaca dan menulis tidak cukup dibangun melalui tugas sekolah. Keduanya perlu tumbuh menjadi kebiasaan dan kebutuhan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang ingin ditanamkan SMP Negeri 3 Kota Tangerang melalui Festival Bulan Bahasa 2026.
Mengusung tema “Bahasa Bermakna, Sekolah Berbudaya”, kegiatan yang mencapai puncaknya pada Rabu (4/11/2026) tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, mengasah kreativitas, sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
Sejumlah perlombaan digelar, di antaranya deklamasi puisi dan pemilihan Duta Baca. Kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi juga membangun keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan, memahami karya sastra, serta menumbuhkan minat baca.
Kepala SMP Negeri 3 Kota Tangerang, Amsarudin Ruslani, mengatakan Festival Bulan Bahasa bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Kegiatan itu dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menggali potensi dan membangun kemampuan komunikasi siswa.
“Melalui Festival Bulan Bahasa ini, kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas, budaya, dan jati diri bangsa. Kami ingin anak-anak berani berkarya, percaya diri menyampaikan gagasan, serta memiliki budaya literasi yang kuat,” ujar Amsar kepada SatelitNews.Com.
Menurut Amsar, setiap perlombaan memiliki tujuan pembelajaran tersendiri. Melalui deklamasi puisi, siswa dilatih memahami makna karya sastra dan menyampaikan pesan dengan penghayatan. Sementara pemilihan Duta Baca diharapkan melahirkan siswa yang mampu menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk membangun kebiasaan membaca.
Baca Juga: Kuota PPG 2026, Kemenag Bidik 40 Ribu Guru
“Kami berharap dari kegiatan ini muncul bibit-bibit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa, kecintaan terhadap sastra, dan minat baca yang tinggi. Jangan sampai membaca dan menulis hanya dilakukan karena tugas sekolah, tetapi menjadi kebiasaan dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Rangkaian Festival Bulan Bahasa dimulai dengan pengumpulan karya pada 26-31 Oktober 2026. Pengumuman finalis dilakukan pada 2 November, sebelum para peserta mengikuti babak final sekaligus puncak acara pada 4 November 2026.
Kegiatan literasi dan numerasi juga menjadi bagian dari rangkaian festival. Amsar menilai sekolah memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, wawasan, dan kemampuan mengomunikasikan pemikiran secara baik. Di tengah perkembangan zaman, menurut dia, kemampuan mengikuti perubahan harus berjalan beriringan dengan kecintaan terhadap bahasa dan budaya sendiri.
“Anak-anak harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa melupakan bahasa dan budaya sendiri. Kami ingin mereka menjadi generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta bangga menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar,” tuturnya.
Melalui festival tersebut, SMP Negeri 3 Kota Tangerang berharap literasi tidak berhenti pada kegiatan perlombaan atau peringatan Bulan Bahasa. Membaca, menulis, dan menggunakan bahasa secara baik diharapkan menjadi bagian dari budaya keseharian siswa. (made)

















