SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Realisasi investasi di Kabupaten Tangerang sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp40,15 triliun. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Tangerang pada posisi tertinggi di Provinsi Banten. Khusus triwulan III atau periode Juli hingga September 2026, realisasi investasi tercatat mencapai Rp11,10 triliun dengan total 12.816 proyek.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan, mengatakan nilai investasi di wilayahnya terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, terhadap iklim usaha dan pelayanan perizinan di Kabupaten Tangerang.
“Khusus untuk periode Triwulan III (Juli–September) 2026 saja, realisasi investasi di Kabupaten Tangerang tercatat menyentuh angka Rp11,10 triliun dengan total 12.816 proyek yang berjalan,” kata Hendar kepada Satelit News, Selasa (3/11/2026).
Ia mengungkapkan, dari total realisasi investasi sebesar Rp11,10 triliun tersebut, kontribusi terbesar berasal dari sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yakni sebesar 74 persen atau senilai Rp8,18 triliun dari 7.344 proyek.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbangkan investasi sebesar Rp2,91 triliun atau 26 persen dengan kontribusi sebanyak 5.472 proyek.
“Gelombang investasi ini juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal. Tercatat ada tambahan 22.353 orang tenaga kerja Indonesia yang terserap pada triwulan ini,” katanya.
Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Tangerang Jemput Bola Pembuatan NIB Gratis di Pasar Kronjo
Menurut Hendar, berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi triwulan III 2026 didominasi lima sektor dengan nilai tertinggi. Salah satunya industri makanan yang mencatatkan investasi terbesar, terutama dari investor Tiongkok.
Sektor industri makanan menyumbangkan investasi sebesar Rp2,99 triliun atau 26,95 persen dari total realisasi, dengan jumlah 540 proyek. Kemudian, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran berkontribusi sebesar Rp1,44 triliun atau 13,03 persen dari 487 proyek.
Selanjutnya, sektor jasa lainnya menyumbangkan investasi sebesar Rp1,91 triliun atau 10,73 persen dari 1.109 proyek. Adapun sektor industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam mencatatkan investasi sebesar Rp1,04 triliun atau 9,39 persen dari 663 proyek.
“Dan sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya itu Rp500 miliar atau 4,51 persen dari 505 proyek,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, Kabupaten Tangerang kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian di Provinsi Banten. Berdasarkan laporan realisasi investasi periode Januari hingga September 2026, Kabupaten Tangerang menempati peringkat pertama dengan nilai investasi mencapai Rp40,15 triliun.
Hendar mengatakan, nilai tersebut setara dengan 43,22 persen dari total keseluruhan investasi di Provinsi Banten.
Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Tangerang Akan Tambah Gerai Pelayanan Publik
“Kabupaten Tangerang jadi tertinggi se-Provinsi Banten dengan total mencapai Rp40,15 triliun atau mendominasi 43,22 persen dari total keseluruhan investasi,” katanya. (alfian/aditya)

















