SATELITNEWS.COM, LEBAK–Sebanyak 458 mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) resmi menyandang gelar sarjana. Namun, kelulusan tersebut sekaligus menjadi awal bagi para lulusan untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin dinamis, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Rektor USBR, Iman Sampurna, mengatakan penguasaan teknologi kini menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, kemampuan akademik perlu diimbangi dengan keterampilan digital agar para sarjana mampu beradaptasi dan memiliki daya saing.
“Ke depan, teknologi akan menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan sarjana. Oleh karena itu, melalui kerja sama dan pemanfaatan teknologi AI, diharapkan dapat meningkatkan kualifikasi serta kompetensi para lulusan sehingga mampu menjawab tantangan zaman, adaptif, dan memiliki daya saing serta reputasi yang baik di dunia kerja,” ungkap Iman saat memberikan sambutan pada Wisuda ke-26 USBR yang berlangsung di salah satu hotel di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (31/10/2026).
Ia menilai, perguruan tinggi perlu terus melakukan inovasi dan membuka ruang kolaborasi untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Iman juga menegaskan, perguruan tinggi yang berada di daerah tetap harus memiliki orientasi pengembangan teknologi dan digitalisasi. Keberadaan kampus, kata dia, tidak boleh hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap ke depan, khususnya bagi masyarakat dan kampus itu sendiri, kehadiran perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi positif. Kita harus tetap menjunjung tinggi penguasaan teknologi dan digitalisasi dalam rangka menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Baca Juga: Lestarikan Sejarah Raden Arya Artapati, Mahasiswa KKN Setia Budhi Edukasi Masyarakat
Sementara, Dewan Penyantun USBR sekaligus Anggota DPR RI, Bonne Triyana, mengingatkan para wisudawan bahwa memperoleh gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan. Setelah meninggalkan bangku kuliah, mereka justru akan menghadapi kehidupan nyata yang penuh tantangan dan ketidakpastian.
Bonne menilai, dunia kerja tidak selalu mengukur kemampuan seseorang berdasarkan nilai akademik maupun indeks prestasi kumulatif (IPK). Karena itu, para lulusan harus mampu membuktikan kualitas diri melalui tindakan, integritas, dan kontribusi nyata.
“Selamat, kalian sudah menyelesaikan perjalanan menjadi mahasiswa S1. Namun, hari ini menjadi titik awal yang dihadapi sesungguhnya oleh kalian. Dunia di luar sana tidak akan menanya berapa IPK kalian setiap harinya. Dunia tidak akan memberikan nilai seperti kalian menghadapi ujian. Dunia di luar sana merupakan ruang yang luas, dinamis, dan penuh ketidakpastian,” tutur Bonne.
Ia juga berpesan agar para sarjana tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi harus memiliki kejujuran, keberanian, integritas, dan empati dalam menjalani kehidupan. “Dunia hari ini tidak membutuhkan orang-orang yang pintar saja, tetapi membutuhkan orang-orang jujur, memiliki keberanian, integritas, dan empati. Dunia membutuhkan solusi-solusi kalian dari pemikiran segar,” katanya.
Bonne turut mengingatkan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan. Para lulusan diminta tidak takut memulai sesuatu yang baru meskipun harus menghadapi berbagai kesulitan. “Jangan pernah takut untuk memulai hidup, jangan gentar menghadapi kegagalan karena kegagalan merupakan cara menguji seberapa kuat mental kalian,” pesannya.
Wisuda ke-26 USBR tahun ini mengusung tema ‘USBR Mengabdi’. Melalui momentum tersebut, USBR diharapkan semakin memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik, keterampilan teknologi, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Baca Juga: Pemkab Lebak Masukkan Tiga Wilayah dalam Pembahasan RDTR
Bonne berharap, para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana. Mereka harus terus mengembangkan pemikiran kritis dan mengambil peran di tengah masyarakat. “Berhenti berpikir instan, tetapi bagaimana berpikir kritis untuk sebuah kemajuan. Rasa ingin tahu kalian tidak boleh padam. Jadilah pemeran di mana pun kalian ditempatkan dan harus membawa perubahan, sekecil apa pun, bagi masyarakat luas,” tandasnya.(mulyana)

















