SATELITNEWS.ID, PONDOK AREN— Sesosok mayat perempuan dengan kondisi mengenaskan ditemukan warga di sebuah kontrakan di Kampung Kebantenan RT 003/008, Pondok Aren. Mayat tersebut ditemukan di dalam kardus dengan kondisi telanjang dan terikat.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono membenarkan adanya kejadian tersebut. Mayat tersebut ditemukan pada Selasa (25/8) sekitar pukul 17.30 WIB di sebuah kontrakan. Temuan itu bermula saat Agung, Akbar dan Sigit, warga sekitar sedang lewat depan kontrakan korban dan mencium bau tidak sedap dari arah rumah korban.
Lantaran penasaran, mereka kemudian mencoba mengecek ke dalam kontrakan, namun pintu terkunci. Lalu salah satu saksi berusaha masuk lewat jendela. “Pada saat saksi sudah masuk dia melihat ada sebuah gulungan dan bawahnya mengeluarkan darah hingga bau,” kata Muharram.
Setelah itu, ketiga warga melapor ke polisi. Polisi datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Saat olah TKP ditemukan mayat perempuan telanjang, yang sebelumnya diikat, dibungkus dengan kain hitam, dibungkus lagi dengan selimut kemudian dilakban,” tuturnya.
Polisi menyelidiki penemuan mayat perempuan tersebut. Pihaknya menduga perempuan tersebut korban pembunuhan. “Iya dibunuh,” ucap Muharram.
Polisi belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban. Pihaknya masih menunggu hasil autopsi jenazah korban. “Belum bisa dipastikan, menunggu hasil autopsi,” imbuhnya.
Hasil penyelidikan, korban diketahui berinisial HY (30), warga Ciledug, Kota Tangerang. “Korban inisial HY, usia sekitar 30 tahunan, dia domisilinya di Ciledug,” kata Kapolsek Pondok Aren AKP Riza Satia saat dihubungi, Rabu (26/8).
Riza mengatakan, korban tidak tinggal di Kampung Kebantenan RT 003/008 Kecamatan Pondok Aren, yang menjadi TKP. Seorang saksi sempat melihat korban masuk ke kontrakan tersebut beberapa hari sebelumnya. “Jadi korban tidak tinggal di sana, hanya datang ke TKP. Terus informasi dari saksi utama bahwa dia melihat korban masuk ke rumah, tapi tidak keluar lagi sampai ditemukan tewas,” jelas Riza.
Polisi saat ini telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut. Saat ini polisi masih menyelidiki pelaku pembunuhan tersebut.
Imey (37) salah satu warga yang tinggal bersebelahan dengan kamar korban mengaku awalnya merasa tak curiga di lokasi rumahnya terdapat korban pembunuhan. “Aroma bau anyir darah dan banyaknya lalat yang berterbangan awalnya tak membuat warga curiga jika aroma tak sedap itu berasal dari jasad HY,” tutur Imey, Rabu (26/8).
Selain Imey, kesaksian juga datang dari Ratna (45), warga RT 003/08, Kebantenan, Pondok Aren, mengaku aroma tak sedap yang diterima indera penciumannya bikin kepala pusing dan mual-mual. “Saya sampai pusing dan mual-mual adanya bau tersebut, saya ga curiga kalau itu berasal dari bau korban pembunuhan,” kata Ratna.
Ibu yang diketahui sebagai pedagang warung tersebut menceritakan penghuni kos tempat ditemukannya mayat korban diketahui berinisial N, pria yang bekerja sebagai securiti dan memiliki hobi berburu binatang. “Dia (penghuni kos) itu kan sekuriti dan sering membawa hewan-hewan buruannya, jadi saya anggap bau anyir itu dari binatang buruannya. Ga tahu, semenjak ditemukan ada jasad perempuan dalam kardus dia kagak nongol lagi,” urainya. (jarkasih)