SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Tangerang cenderung bertambah selama 4 pekan terakhir ini. Kondisi ini membuat 26 kecamatan termasuk Tigaraksa dan Kronjo masuk zona merah.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid -19 dan sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmidzi mengatakan, dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, cuma tiga kecamatan yang hijau yakni Kemeri, Mekarbaru dan Sukadiri. Sedangkan 26 kecamatan lainnya termasuk Tigaraksa dan Kronjo masuk zona merah.
“Tigaraksa dan Kronjo masuk Zona merah. Jadi dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang yang masih hijau itu hanya Kemeri, Sukadiri dan Mekarbaru,” ungkap Hendra kepada Satelit News, Kamis (27/8) malam.
Peningkatan status dari hijau, oranye hingga ke merah ini kata Hendra, lantaran di wilayah tersebut selama 4 pekan terakhir ada penambahan pasien Covid-19. Menurutnya, jika dalam 4 pekan berturut-turut tidak ada penambahan jumlah pasien positif maka statusnya akan kembali ke hijau.
Berdasarkan data situs covid19.tangerangkab.go.id bahwa jumlah PDP di Kecamatan Tigaraksa ada 6 orang dan terkonfirmasi positif ada 7 orang. “Untuk wilayah Tigaraksa ada pasien positif di awal bulan Agustus dan sudah ditangani,” ucapnya.
Sedangkan untuk wilayah Kronjo, Hendra mengungkapkan, seorang pasien Covid-19 asal Kecamatan Kronjo berinisial S, meninggal dunia di RSUD Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8) pukul 07.00 WIB. Diduga, pasien meninggal dikarenakan adanya penyakit penyerta dalam tubuhnya.
Pasien berinisial S ini meninggal setelah satu pekan dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang. Menurutnya, setelah S diketahui positif Corona, pihaknya segera melakukan tracing kepada keluarga S. Berdasarkan hasil rapid test, anak dan ibu mertua S positif Covid-19, sementara sang suami negatif.
“Yang positif, hanya anak dan ibu mertuanya saja. Kalau suaminya negatif. S ini sempat dirawat selama satu minggu,” kata Hendra.
Lanjut Hendra, selain keluarga S, pihaknya juga melakukan tracking kepada warga lainnya yang anggota keluarganya ada yang positif corona. Menurutnya, untuk OTG yang masih bisa isolasi mandiri maka akan tetap di rumah. Sementara untuk OTG yang tidak memenuhi syarat akan dirujuk ke RS dan Wisma Atlit Jakarta.
“Kami juga terus melakukan tracking kepada masyarakat yang keluarganya ada yang positif corona. Hasilnya mayoritas positif OTG,” jelasnya.
Sementara itu, Juru Bicara RSU Kabupaten Tangerang, Muhamad Fikri membenarkan adanya informasi meninggalnya pasien positif Covid asal Kronjo. Dia mengatakan, pasien meninggal asal Kronjo tersebut dalam keadaan hamil. Menurutnya, bahwa S memiliki penyakit penyerta lainnya yang menyebabkan pasien meninggal.
“Pasien asl Kronjo meninggal, karena ada penyakit bawaannya juga. RSU Kabupaten Tangerang menerima rujukan dari RSU swasta,” terangnya.
Camat Kronjo Tibi mengatakan, setelah hasil musyawarah antara tokoh masyarakat dan keluarga, almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Pasilian. Bahkan dirinya pun ikut memakamakan bersama unsur muspika Kecamatan Kronjo.
“Almarhum sudah dimakamkan tadi. Bahkan saya dan unsur Muspika hadir untuk membantu pemakaman,” tandasnya.
Tibi mengaku tidak mengetahui mengapa S ini tidak dimakamkan di TPU Buniayu. Pasalnya, saat jenazah tiba di rumah duka, almarhum hanya ditemani satu orang sopir ambulans Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang.
“Warga beserta tokoh dan unsur Muspika terpaksa memakamkan almarhum di Tempat Pemakaman Umum Desa Pasilian,” ucapnya. (alfian/aditya)