SATELITNEWS.ID, SETU—Kabar gembira untuk guru honorer di Kota Tangsel. Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany memastikan BPJS Ketenagakerjaan untuk guru honorer sudah dicairkan. Hal tersebut ditegaskan Walikota Airin saat menghadiri kegiatan Konferensi Kota ke-3 PGRI Kota Tangerang Selatan di Puspiptek, Setu, Sabtu (29/8).
“Sementara untuk anggaran kuota, saya memastikan bahwa Dindikbud Tangsel sedang melakukan proses pencairan sehingga akan segera sampai kepada guru di Kota Tangsel,” kata Airin.
Dalam kesempatan itu, Walikota Airin juga meminta semua guru di Kota Tangsel bisa menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Menurut Airin, Covid-19 bisa ditularkan dari sipapun kepada siapapun. “Sehingga semua orang punya kesempatan yang sama untuk tertular virus ini. Untuk mencegahnya diperlukan masyarakat yang disiplin dalam proses penerapan protokol kesehatan. Yang penting imunitas,” kata Airin.
Sedangkan untuk proses belajar mengajar, Airin meminta kepada seluruh anggota PGRI Kota Tangsel untuk memberikan masukan untuk proses belajar mengajar di tengah pandemi. “Saya mencari informasi seperti apa ide atau inovasi sehingga membantu kami, pemerintah untuk membuat kebijakan belajar mengajar yang lebih efektif dalam masa pandemi ini,” kata Airin.
Tidak menutup kemungkinan, jika ada masukan dari PGRI maka bisa dimasukkan ke dalam kebijakan nasional sehingga bisa diterapkan di seluruh Indonesia. “Saya yakin kepala sekolah yang dibantu oleh guru memiliki ide atau gagasan bagaimana sebetulnya memberikan belajar mengajar yang baik di masa pandemic,” jelasnya.
Dia berharap PGRI bisa memberikan masukan. Sebab ketentuan belajar mengajar ini tidak bisa menunggu kebijakan dari atas. Melihat keadaan daerah yang berbeda-beda. Sehingga, untuk kebijakan pendidikan di Kota Tangsel hanya bisa diciptakan oleh Kota Tangsel itu sendiri.
Baca Juga: Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK
Terakhir Airin berpersan bahwa guru masih menjadi tangan kanan pemerintah dalam proses pembangunan daerah dari sisi sumber daya manusia. Sehingga dia berharap guru mendapatkan perhatian yang besar kemudian bisa tetap termotivasi dalam melahirkan anak-anak yang berkualitas untuk meneruskan pembangunan daerah ini. (rls/dm)


















