SATELITNEWS.ID, BENDA—Bantuan untuk warga Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda yang terdampak pembangunan ruas jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran atau Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2) terus mengalir. Bantuan tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, ormas hingga politisi.
Salah satu warga terdampak, Dedi mengatakan bantuan tak hanya berupa logistik saja. Melainkan bantuan pemulihan psikis sampai hukum. “Mahasiswa yang belum mengerti tentang masalah ini saja ingin membantu kita. Mereka empati dengan nasib mereka. Mereka juga bantu kita memulihkan psikis anak-anak,” ujarnya kepada Satelit News , Rabu, (09/09).
Menurutnya hal tersebut memang sangat diperlukan. Terutama logistik untuk makan mereka sehari-hari. Mengingat banyak dari warga terdampak memutuskan untuk berhenti bekerja demi memperjuangkan haknya. “Alhamdulilah, makanan hampir setiap hari kami terima. Kami juga mendirikan dapur umum di sini berkat bantuan donatur. Untuk hari ini saja logistik kita dapat dari DPRD dan mahasiswa,” ujarnya.
Kemudian, bantuan hukum kata Dedi mereka dapatkan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang. Mereka akan membentuk tim advokasi untuk membela warga terdampak untuk memperjuangkan haknya.
Diketahui, warga sebanyak 50 KK dari 27 bidang tanah menolak eksekusi dan penyerahan lahan untuk pembangunan proyek strategis nasional (PSN) ini lantaran harga yang ditentukan oleh tim appraisal dari Badan Pertanahan Negara (BPN) dinilai tak adil. Rencananya setelah tim advokasi terbentuk mereka akan menggugatnya ke Pengadilan Negeri Tangerang. “Paling cepat satu minggu ini kita akan langsung gugat. Mereka (DPRD) sedang bentuk tim advokasi dan appraisal,” kata Dedi.
Meski demikian diakui Dedi, kondisi warga masih trauma. Trauma tersebut disebabkani intimidasi yang dilakukan oleh aparat saat dan sebelum penggusuran. “Perlahan dengan bantuan ini mudah-mudahan bisa pulih psikis mereka. Terutama anak-anak,” kata dia
Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
Salah satu kampus yang turut serta dalam menyalurkan bantuan untuk warga terdampak proyek Jokowi ini adalah Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Tangerang. Para mahasiswa bahkan rela turun ke jalan untuk mengumpulkan bantuan. “Untuk programnya sendiri berbentuk sosial seperti berbagi sembako, berbagi makanan dan hal hal yang betul -betul dibutuhkan pada saat ini,” ujar mahasiswa Unis Tangerang, Iman Maulana.
Selain itu, Pihaknya juga mencoba membantu melakukan serangkaian kegiatan kerohanian kepada anak – anak dengan konsep mengaji menyenangkan. “Kita seminggu sekali fun ta’lim atau mengaji yang menyenangkan, dan di hari berikutnya kami menggelar pembelajaran melalui permainan- permainan yang kami namakan belajar darurat,” jelasnya.
Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo mengaku akan terus mengawal persoalan ini sampai warga mendapatkan haknya. Pendampingan hukum juga akan terus dilakukan. “Kita akan kawal proses ini, gugatan dan mediasi terus dilakukan, kita akan kawal sampai diproses pengadilan mudah – mudahan proses yang telah ditempuh sesuai dengan yang diharapkan masyarakat,” tegasnya. (mg 01/ mg02/made)
























