SATELITNEWS.ID, MAJA—Erick (33), warga Jakarta Barat yang hilang kontak dengan pihak keluarga sejak Sabtu (26/09) lalu akhirnya ditemukan. Namun sayangnya ketika ditemukan, dia sudah terbujur kaku di Perumahan Citra Maja Raya 1 Cluster Spring Bell No 23/23 RT/RW. 01/02, Kampung Sarongge, Desa Pasirkembang, Kecamatan Maja.
Saat ini, peristiwa tersebut dalam pengembangan kepolisian guna mengungkap penyebab kematiannya. Kepolisian yang menangani penemuan mayat tersebut belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian warga Jakarta itu. Guna mengetahui penyebabnya, jasad Erick dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung.
“Kami sedang melakukan uotopsi terhadap jenazah Erick guna mengetahui penyebab kematian pria berumur 33 tahun ini,” kata Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (27/9).
David menjelaskan, kronologis ditemukannya Erick yang sudah dalam kondisi meninggal dunia bermula ketika kakak ipar Erick, Kwee Tek Yin beserta istri bermaksud membesuk korban ke Perumahan Citra Maja Raya. Hal itu dilakukan oleh Kwee mengingat korban sudah dua hari hilang kontak dengan dirinya.
Tiba di rumah korban, Kwee mencium bau busuk dan melihat korban dalam keadaan telentang bertelanjang dada, dalam keadaan sudah meninggal dunia serta dari mulut, hidung dan mata korban mengeluarkan belatung. Kaget melihat kondisi korban, Kwee langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak keamanan perumahan, yang langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat.
“Posisi korban dalam keadaan terlentang di atas kasur dalam keadaan tidak memakai baju dan hanya memakai celana pendek warna abu-abu, diduga korban sudah meninggal dunia selama tiga hari,” terangnya.
Baca Juga: Polres Lebak Siagakan Satgas Karhutla
David mengungkapkan, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penusukan ataupun kekerasan. Di rumah korban juga tidak ditemukannya bercak darah. Lebih lanjut, pihaknya saat ini masih melakukan olah TKP, dan menunggu hasil otopsi pada tubuh korban. “Hasil dari pemeriksaan dokter di Rumah Sakit Adjidarmo, tidak di emukan adanya kekerasan terhadap tubuh jenazah,” tandasnya. (mulyana/made)
























