SATELITNEWS.ID, TANGSEL—Dukungan anak muda kepada pasangan Calon Walikota Tangsel H Muhamad dan Wakil Walikota Rahayu Saraswati Djojohadikusumo terus mengalir. Yang teranyar, dukungan datang dari Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB), Kamis (1/10). Komunitas tersebut tersebar di tujuh kecamatan.
Deklarasi berlangsung di salah satu resto bilangan Serpong. Anak-anak muda yang mengaku sudah 11 tahun berdiri di Tangsel ini telah berkecimpung di tengah masyarakat dengan memperhatikan kondisi pendidikan, dan budaya serta aspek sosial lainnya.
Ketua Panitia Adrian Tjokroaminoto menyampaikan, acara ini mengangkat tema “Perjuangan Kita”. Mengapa tema yang diangkat tentang perjuangan? Dikarenakan selama 10 tahun pemerintahan berjalan, masih banyak ketimpangan di sana-sini. Dikatakan pria berkacamata ini, pemerintahan sekarang masih belum memihak terhadap pemuda.
“Kami merasa ketimpangan pembangunan dan kemampuan elit tidak peka terhadap keluhan masyarakat. Maka, dibutuhkan perubahan bersama. Oleh sebab itu, sore ini (kemarin) kita bersepakat untuk beri dukungan,” serunya.
Hendaknya, kata Adrian, pemuda dalam memilih pemimpin pada kebenaran dan berorientasi pada keadilan. Bukan bertujuan cari popularitas dan gengsi belaka. Serta sosok pemimpin seharusnya berani berkata benar. “Maka kehadiran Kak Saraswati dapat menyambung lidah dalam kebenaran bagi generasi muda saat ini,” ucap ia.
Ketua Umum SKAB, Dodi Prasetya Azhari menyampaikan, selama berdiri tidak pernah bersinggungan dengan parpol. Bahkan enggan dilibatkan dalam organisasi masyarakat, karena fokusnya lebih pada organisasi kepemudaan. Selama 11 tahun organisasi ini terdepak dari percaturan kekuasaan.
Baca Juga: Sidang Perdana Gugatan PHPU Pilkada Tangsel Digelar 8 Januari 2025
“Bukan kami anti kekuasaan, tapi selama 11 tahun menghindari elit dan kekuasaan. Di tahun 2020 kita berikrar dalam jalan keadilan dan kebenaran untuk masyarakat Tangsel. Kita mengawal kemenangan Muhamad-Saraswati pada 9 Desember,” tegasnya.
Keponakan Prabowo Subianto Rahayu Saraswati Djojohadikusumo ini di hadapan anak-anak muda menyampaikan problem selama ini yang dihadapi. Dirinya mengaku terkadang suka greget, gemes kalau melihat apatis anak muda di Indonesia secara keseluruhan jika bicara tentang politik.
“Jadi tantangan sangat besar untuk partisipasi bagi anak muda saat ini. Makanya saya sangat senang bertemu kalian karena artinya ada harapan dalam meningkatkan partisipasi pemuda pada Pilkada 2020,” tutur Saraswati.
Lebih lanjut, bahwa kemajuan Indonesia awalnya dari gerakan kepemudaan, mulai dari Sumpah Pemuda 1928 hingga reformasi tahun 1998. Saat ini harusnya di Tangsel diisi dengan anak muda pada pilkada 2020.
“Bagaimana Ir Soekarno-Bung Hatta berjuang, saat masih muda. Bahkan eyang saya gugur saat perang di Lengkong ketika itu masih muda. Karena itu, kita harus berani menyatakan, saya siap untuk berkorban. Karena tidak mungkin berjuang tanpa pengorbanan. Mari kita gotong royong bergandengan tangan bersama-sama bahu membahu menuju perubahan,” tutupnya. (din/bnn/gatot)
