SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menyerang warga di beberapa kecamatan, salah satunya di Kecamatan Banjar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Pandeglang, Ahmad Sulaiman meminta agar warga waspada dan menerapkan 4 M (menutup, menguras, menimbun dan membersihkan). Karena akhir tahun kata dia, biasanya angka DBD Bakal meningkat.
“Pandeglang termasuk wilayah endemis untuk DBD. Pekan kemarin kami mencatat ada warga Kecamatan Banjar yang sudah positif terserang DBD. Makanya kami tekankan agar warga lebih waspada dan terus menerapkan 4 M,” kata Sulaiman, Minggu (15/10).
Secara keseluruhan kata Sulaiman, pada bulan November 2020 ini sudah ada 4 warga yang positif DBD. Hal itu menjadi kekhawatiran pihaknya, karena dapat menyebar ke kecamatan lainnya. Makanya kata dia, bulan ini hingga Februari 2021 warga harus waspada.
“Bulan ini tercatat sudah ada 4 orang yang positif DBD. Kalau sudah 4, biasanya nyusul atau nyebar ke kecamatan lain. Mudah-mudahan tidak seperti tahun kemarin yang terjadi di Kecamatan Sumur,” ujarnya.
Menurut Sulaiman, jika terjadi seperti tahun lalu sangat meresahkan dan ditambah anggaran untuk melakukan pencegahan, seperti melakukan foging terbatas. “Untuk tahun ini harus siap-siap melakukan pencegahan, karena jumlah total yang positif DBD sudah mencapai 18 kasus,” pungkasnya.
Baca Juga: Kematian Akibat DBD di Tangsel Nol Sejak 2024, Benyamin: Hasil Kolaborasi Semua Pihak
Namun jika dibandingan dengan tahun lalu, kata Sulaiman, tahun ini masih relatif rendah. “Alhamdulillah, tahun ini tidak ada yang meninggal. Tapi tetap kita semua tak boleh santai-santai,” tandasnya.
Pengelola Program Tular Vektor dan Zoonotik pada bidang P2P Dinkes Pandeglang, Darmadi menambahkan, pada tahun 2016 silam tercatat jumlah penderita DBD mencapai 873 kasus dengan menelan 10 korban jiwa. Namun angka itu terus menurun dalam dua tahun berikutnya.
“Tahun 2017, terdata hanya ada 100 kasus DBD dengan 4 orang meninggal dunia. Lalu kembali turun di tahun 2018, dengan jumlah 82 kasus dan menghilang 2 nyawa. Tahun 2019, kasus DBD malah kembali meningkat hingga 10 kali lipat, yakni sebanyak 315 kasus. Akan tetapi, jumlah sebanyak itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” ungkapnya.
Maka dari itulah, dia juga menekankan kepada warga agar tetap waspada dan melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Karena upaya itu diyakininya lebih efektif, ketimbang melakukan fogging.
“Meski kasusnya belum menonjol, sebaiknya dicegah dengan melakukan PSN. Karena gerakan itu dinilai lebih efektif daripada fogging. Kami imbau jika ada anggota keluarga yang mengalami panas, segera dibawa ke puskesmas sebagai langkah mencegah,” pungkasnya. (nipal/aditya)
























