SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Banjir merendam puluhan di dua desa yakni Desa Sukamanah dan Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Selasa (17/11) malam. Banjir dengan ketinggian mencapai 50 sampai 70 cm tersebut tak urung merendam salah satunya rumah milik anggota DPRD Lebak Fraksi NasDem, Peri Purnama.
Peri menyebut, tidak hanya di Sukamanah, warga Desa Cilangkahan juga mengalami hal yang sama di kala hujan mengguyur. Diduga banjir akibat kondisi saluran irigasi Daerah Irigasi (DI) Irigasi Cilangkahan yang rusak dan tak kunjung dilakukan normalisasi.
“Irigasi Cilangkahan II yang belum kunjung dinormalisasi. Pendangkalan dan di beberapa titik rusak, padahal beberapa bulan ke belakang sempat dikeruk, hanya tidak menyeluruh dari hulu ke hilir,” ujar Peri. Menurut Peri, kondisi kerusakan DI Cilangkahan 1 tak kalah parah. Kerusakan DI menyebabkan banyaknya titik longsor karena bertahun-tahun putus tanpa perbaikan.
“Masyarakat yang dilalui dua ruas irigasi tersebut selalu kebanjiran saat turun hujan. Saya minta pemerintah daerah yang berwenang agar segera turun tangan menangani kedua DI agar masyarakat tidak terus menerus dirugikan,” pinta Peri.
Kepala Seksi Pencegahan dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama membenarkan peristiwa tersebut.
“Betul ada dua desa yang terdampak banjir yakni Desa Sukamanah sebanyak 59 rumah di empat kampung dan Desa Cilangkahan sebanyak 38 rumah di lima kampung. Untuk korban alhamdulilah nihil, dan bantuan logistik telah kita distribusikan untuk membantu meringankan korban,” pungkasnya.(mulyana/made)