SATELITNEWS.ID, CIBODAS—Melestarikan lingkungan hidup merupakan kewajiban bagi umat manusia. Kebijakan penaggulangan untuk pelestarian lingkungan yang mempengaruhi kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Oleh sebab itu, pendidikan pelestarian lingkungan hidup sangat penting. Hal ini lah yang menjadi inspirasi SDN 3 Panunggangan, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas. Sekolah ini memiliki sejumlah program unggulan dalam melestarikan lingkungan hidup. Antara lain, pembuatan kompos, pemanfaatan air hujan dan sungai. Kemudian, bertani.
Ketua Adiwiyata SDN 3 Panunggangan, Dwi Kristanti Rochmawati mengatakan, kompos yang dibuat memanfaatkan bahan yang dianggap sampah. Seperti daun yang gugur, serta sisa makanan yang sudah dibuang.
“Kita olah didiamkan selama satu bulan sampai membusuk baru bisa dijadikan kompos. Kalau sisa makanan itukan bisa jadi kompos cair. Kompos itu kita manfaatkan untuk pupuk tanaman disekitar sekolah,” ujarnya kepada Satelit News, Kamis, (3/12). Lalu air sungai dan air hujan digunakan untuk keperluan mencuci tangan dan menyiram tanaman. Air hujan ditampung di sebuah tong besar.
“Nah yang yang bekas cuci tangan juga kita manfaatkan. Tapi sebelum dipakai itu disaring dulu dengan Instalasi Penyaringan Air Limbah (IPAL) yang kita buat sendiri dengan batu, pasir dan sapu ijuk. Jadi kita memanfaatkan sumber daya alam yang ada,” jelas Dwi. “Kita juga bertani. Seperti jahe dan buah-buah. Itu kita jadikan makanan seperti peyek dan puding,” tambah Dwi.
Dalam pengerjaannya, pihak sekolah dibantu dengan para murid dan juga walinya. Menurut Dwi, hal ini dilakukan sebagai media pembelajaran bagi murid dan walinya sehingga dapat diaplikasikan di rumah mereka masing-masing.
Selain itu, pihak sekolah berencara juga untuk membuat program kelistrikan. Dalam program ini pihak sekolah akan memanfaatkan energi sinar matahari yang menjadi energi listrik. “Ini bisa kita gunakan untuk mecharge handphone. Sebelumnya kita juga pernah membuatnya dari buah-buahan dari belimbing wuluh dan kentang ini namanya pemanfaatan sumber energi terbarukan,” kata Dwi.
Dalam program ini sebenarnya terdapat penghargaan Adiwiyata. Adiwiyata merupakan sebuah program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma. Serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup. “Untuk penilaiannya akan dilakukan awal Januari 2021. Kami berharap lolos dengan angka 90- lah. Kami berharap dapat mewakili Kota Tangerang di tingkat nasional,” kata Dwi. (irfan/made)