SATELITNEWS.ID, SERANG—PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) bersiap menghadapi pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Bank Banten akan membidik peluang untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dana Penanaman Modal Asing (PMA).
Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa mengatakan dengan dukungan para pemangku kepentingan, Bank Banten akan memberikan efek pengganda perekonomian yang luar biasa kepada masyarakat. Bank Banten turut memanfaatkan kurva pertumbuhan ekonomi Banten yang relatif baik bilamana dibandingkan dengan Provinsi lainnya di Indonesia.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pengelolaan Statistik (BPS), dalam periode 2014 – 2019, PDRB Banten atas harga konstan tahun 2010 meningkat dengan Compounding Aggregate Growth Rate (CAGR) 5,6%, sedangkan PDRB atas dasar harga berlaku meningkat dengan CAGR 9,2%. Meskipun dalam 6 bulan di tahun 2020 PDRB Banten turun dibandingkan periode yang sama tahun 2019, sebagai akibat dari pandemi virus corona yang berdampak terhadap penurunan aktivitas ekonomi, namun PDRB Banten diperkirakan akan kembali meningkat ke depan seiring potensi membaiknya konsumsi masyarakat ditengah adanya kebijakan new normal serta meningkatnya konsumsi Pemerintah yang didukung oleh pengeluaran untuk penanggulangan Pandemi Covid-19.
Dari sektor Penanaman Modal Asing (PMA), meskipun sempat meningkat dalam periode 2014 – 2017, namun PMA di Banten cenderung menurun beberapa waktu terakhir. Terutama di tengah meningkatnya tekanan ekonomi secara global akibat pandemi covid-19.
Di semester I 2020, terdapat 2.178 proyek yang didanai PMA dengan nilai investasi mencapai USD733,1 juta. Secara nasional, di kuartal II 2020, Provinsi Banten menempati peringkat lima untuk realisasi investasi dari investor asing, dengan nilai investasi sebesar USD411,0 juta, dan memiliki porsi sebesar 6,1% dari total nilai penanaman modal asing di Indonesia.
Ke depan, Banten diperkirakan akan tetap menjadi salah satu tujuan investasi PMA. Itu didukung oleh jalur distribusi produk dan infrastruktur Banten yang sangat memadai seperti Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Merak, Jalan Tol Jakarta – Merak, Jaringan Kereta Api Jakarta – Rangkasbitung, maupun pelabuhan – pelabuhan yang ada di Banten.
Baca Juga: Resmikan Gedung Baru Bank Banten Pandeglang, Dimyati: Ekonomi Daerah Akan Tumbuh
“Dengan potensi PMA yang masih cukup besar di Provinsi Banten, maka hal ini dapat menjadi peluang bagi Bank Banten untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dana PMA, terutama dana untuk proyek – proyek yang berkaitan dengan Pemerintah Daerah Banten. Dengan demikian, diharapkan kontribusi Bank Banten sebagai Bank Pembangunan Daerah dapat lebih dirasakan, khususnya dalam sektor-sektor perekonomian yang strategis,” ungkap Fahmi saat menjadi pembicara webinar nasional dengan tema Kick Off Business Bank Banten 2021, Senin (7/12) lalu.
Narasumber Webinar lainnya, Faisal Basri meminta perbankan, termasuk PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten), untuk menyiapkan diri menangkap peluang pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Ekonom senior itu menyatakan terlepas dari melambatnya perekonomian global dan nasional sebagai dampak Pandemi Covid-19, perbankan perlu mempersiapkan diri guna menangkap peluang pemulihan ekonomi paska pandemi dan mendorong inovasi melalui teknologi.
Salah satu pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) itu mengatakan bahwa keberadaan Bank Banten sebagai bank pembangunan daerah sangat penting untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Banten. Keberpihakan segenap pemangku kepentingan, khususnya kepala daerah di Provinsi Banten kepada Bank Banten sebagai BPD sangatlah diperlukan, tidak hanya dalam hal permodalan. Menempatkan Bank Banten sebagai salah satu pilar pembangunan dan menciptakan nilai tambah terhadap perekonomian daerah tentunya merupakan skema ideal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sebagai contohnya adalah bagaimana menempatkan Bank Banten sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat yang tentunya harus diiringi dengan kemajuan teknologi guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang sangat membutuhkan intermediasi perbankan,”ungkapnya dalam keterangan resmi Bank Banten yang diterima Satelit News. (gatot)
























