SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Peningkatan penularan covid-19 usai libur panjang masih belum mereda. Per Kamis (10/12), penambahan pasien positif mencapai 47 orang dengan total keseluruhan 3.304 pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi menyampaikan, peningkatan pasien akibat libur panjang mencapai 5 persen. Usai liburan, mereka menukarkan Covid-19 ke teman-temannya di kantor. “Misalnya mereka liburan ke mana terus ke kantor jadinya menularkan ke kantor,” ujarnya, Kamis, (10/12).
Dia mengakui, penyebaran Covid-19 pasca liburan juga terjadi pada ASN Kota Tangerang. Namun, dia mengklaim jumlah tersebut tidak signifikan. “Angka klaster ASN nggak terlalu tinggi kan pegawai kita Rp 10 ribu,” katanya.
Dia menuturkan, sembilan bulan pandemi Covid-19 membuat kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan berkurang. Padahal, kata Liza, negara tetangga Singapura dapat menekan angka positif hanya bermodalkan kepatuhan dan ketaatan warganya.
“Bagaimana suksesnya Singapore, dia kasusnya cuma dua, udah kecil banget dan sempat beberapa kali nol. Itu belum ada vaksin. Dia cuma patuh dan taat,” ungkapnya.
Diketahui, Singapura mewajibkan penggunaan masker di tempat umum pada bulan April. Penggunaan masker membantu mengurangi prevalensi dan keparahan virus. Selain itu, Singapura berhasil mengurangi penyebaran virus melalui deteksi dini menggunakan pelacakan dan pengujian kontak agresif. Singapura telah menguji swab hampir 900 ribu orang, lebih dari 15 persen dari 5,7 juta populasi. Angka ini merupakan salah satu pengujian per kapita tertinggi secara global. “Makanya kita terus beri masyarakat pengertian sekarang masih pandemi loh,” katanya.
Baca Juga: Wali Kota Tangsel: WFH Bukan Ajang Liburan
Walikota Tangerang Arief R Wismansyah kembali melakukan Pembatasan Sosial Berskala Lingkungan (PSBL) mulai dari tingkat RW di setiap wilayah Kota Tangerang. Menurutnya, PSBL efektif menekan penularan di tingkat dasar. (irfan/made)























