SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Keputusan Pemkot Tangerang memangkas anggaran pembangunan sarana dan prasarana olahraga diklaim tidak akan mempengaruhi kualitas pelaksanaan pada Porprov VI Banten 2022. Kota Tangerang optimis mampu menjadi tuan rumah yang baik. Demikian diungkapkan oleh Ketua KONI Kota Tangerang, Hadi.
Hadi mengatakan sejatinya Kota Tangerang telah siap sebagai tuan rumah di pesta olahraga Banten itu sejak tahun 2014. Dari segi prasarana pertandingan, kata Hadi, Kota Tangerang telah memiliki 13 GOR dan 9 stadion mini yang tersebar di 13 kecamatan. Belum lagi, venue dukungan dari swasta seperti di kawasan Modernland.
“Jadi kalau venue pertandingan kita nggak kekurangan. Yang kita butuhkan itu tempat gede seperti stadion. Itu untuk acara pembukaan dan penutupan. Kalau venue pertandingan kita nggak kekurangan,” ujar Hadi kepada Satelit News, Kamis (10/12).
Dia menuturkan pembangunan Stadio Tangerang Ayo akan lebih difokuskan pada kegiatan pembukaan dan penutupan Porprov VI Banten 2022. Serta sebagai markasnya Persikota untuk kompetisi Liga 3.
Untuk diketahui sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah menganggarkan Rp 552 Miliar untuk pembangunan 4 sarana olahraga. Diantaranya Gelora Tangerang Ayo Rp 244 miliar. Lalu, peremajaan Stadion Benteng sebesar Rp 122 miliar. Pembangunan venue multy sport di Kawasan Alam Sutera dan Cipondoh masing – masing dianggarkan Rp 127 dan Rp 59 miliar.
Namun, dipangkas lantaran terkena rasionalisasi untuk penanganan Pandemi Covid-19. Kini, untuk Gelora Tangerang Ayo Pemkot Tangerang hanya menganggarkan Rp 100 miliar, Indor Outdoor Sport Centre di Cipondoh Rp 30 Miliar, dan Tangerang Super blok di Alam Sutera Rp 75 Miliar.
Hadi tak mempersoalkan hal tersebut. Menurut dia kualitas atlet tidak bisa diukur dari seberapa mewahnya venue. Dirinya pun tetap optimis dengan kualitas atlet Kota Tangerang meski di tengah keterbatasan anggaran untuk sarana olahraga.
“Harus optimis maksudnya kita sudah dikasih kepercayaan pemerintah makanya harus optimis dan bisa bikin atlet optimistis,” tegasnya.
“Kalau atlet saya pikir mereka kita siapkan program latihannya periodiesasi latihannya terutama try out dan try in serta kejuaraan untuk mematangkan program latihan,” tambahnya.
Hadi menilai meski anggaran untuk pembangunan sarana tersebut dipangkas ini telah membuktikan kalau Pemkot Tangerang serius dalam memajukan olahraga. Diharapkan, hal ini merupakan awal dimana Kota Tangerang dapat fokus dalam pembinaan atlet.
“Kalau kita sih berharap potensi yang dibangun ini untuk pemusatan atlet Kota Tangerang. Dan untuk SKO jadi pemusatan atlet disana. Jadi saya berharap bisa seperti itu. Jadi bukan cabor Sepakbola saja seperti tapi bisa memberikan fasilitas latihan kepada 20 cabor atau 18 cabor. Jadi bisa fokus,” pungkasnya. (irfan/gatot)