SATELITNEWS.ID, SERANG–Duka para korban banjir di Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak, belum berakhir. Bantuan kedaruratan bencana dari berbagai elemen, lembaga, instansi, pemerintah dan stakeholder lainnya terus mengalir.
Kali ini, PT. Mayora Group turut menyalurkan bantuan bagi penyintas (korban terdampak) tiga Kabupaten yang ada di Banten, salah satunya di Kabupaten Serang. Diketahui, di Kabupaten Serang 5 Kecamatan lebih dikepung banjir dengan ketinggian air antara 20 cm – 1 meter, dan ratusan masyarakat terdampak.
Kepala Departemen Hubungan Masyarakat Mayora Group, Intan Rionita Latief mengatakan, bantuan yang disalurkan terdiri dari makanan dan minuman yang merupakan produk Mayora, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat.
“Kami turut berduka dan prihatin, atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Semoga dengan bantuan makanan dan minuman dari kami, dapat meringankan beban masyarakat yang saat ini sedang tertimpa musibah banjir yang sempat merendam permukimannya,” kata Intan, Senin (14/12).
Katanya, selain menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang terdampak banjir, piahknya juga memberikan beberapa jenis bantuan melalui Pemerintah Daerah. “Artinya, bantuan selain kita salurkan lewat Pemerintah Daerah, juga ada beberapa jenis bantuan yang diberikan melalui Kwarda Pramuka, FSPP dan sebagian langsung kepada korban banjir,” tambahnya.
Sementara, seorang penyintas banjir warga Kecamatan Kibin, Rohmanudin mengaku, berterimakasih kepada pihak ketiga tersebut yang sudah peduli dan membantunya. Karena, para korban sangat membutuhkan apapun jenis bantuannya.
Baca Juga: BPBD Kabupaten Tangerang Catat 11 Kebakaran Lahan Dalam Satu Hari
“Alhamdulillah, terimakasih atas kepeduliannya. InsyaAllah bantuan ini sangat bermanfaat,” akunya.
Ia juga berharap kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan langkah antisipasi, agar banjir serupa tidak terjadi atau terulang di tahun depan. Sehingga, masyarakat dapat hidup lebih tenang, aman dan nyaman menjalani hari – harinya.
Diketahui, banjir yang melanda sejumlah Kecamatan di Kabupaten Serang, diakibatkan oleh luapan air sungai selama intensitas curah hujan masih tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang memprediksi, intensitas curah hujan tinggi masih akan terus berlangsung hingga bulan Januari mendatang.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Serang Utara (GAMSUT), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), IPM, dan Masyarakat Tengkurak melakukan bersih-bersih lingkungan pasca banjir yang terjadi di wilayah Tengkurak kecamatan Tirtayasa. Jumat (11/12). Kegiatan ini dilakukan selain agar lingkungan terdampak banjir menjadi bersih seperti semula, juga untuk meringankan beban.
Ketua Rukun Tetangga 03, Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Samsuri mengatakan, bahwa akibat banjir kondisi lingkungan dan rumah warga menjadi kotor oleh lumpur serta sampah yang terbawa arus air. Oleh karena itu pihaknya sangat berterimakasih kepada sejumlah elemen yang ikut serta berkontribusi membantu masyarakat membersihkan lingkungan.
“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan gotong royong ini, meringankan masyarakat yang kesulitan membersihkan semua sisa sisa banjir, terutama pada saluran irigasi yang tidak mengalir karena genangan lumpur yang tebal,” kata Samsuri.
Baca Juga: 85 KK Warga Cirarab Alami Krisis Air Bersih, BPBD Kabupaten Tangerang Salurkan Bantuan
Koordinator GAMSUT peduli, Agung mengatakan upaya bersih-bersih ini dilakukan agar masyarakat yang terkena musibah banjir akibat sungai ciujung yang meluap sebab curah hujan deras yang terjadi selama beberapa hari terkahir ini bisa kembali normal.
“Kami berharap semoga musibah ini bisa menjadi tolak ukur agar masyarakat setempat bisa lebih menjaga lingkungan agar tidak lagi terjadi banjir, dan semoga pemerintah bisa menanggulangi bencana ini dengan membuat tanggul di bibir sungai ciujung,” katanya. (mardiana)
























