SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Mendapat informasi adanya warga Kampung Kadumalam, Desa Sukamanah, Kecamatan Menes, yakni Yadi (45), yang tinggal di rumah beratap terpal, membuat Pemkab Pandeglang melalui Dinas Sosial (Dinsos) langsung memberikan bantuan kepada warga tersebut.
Bantuan yang diberikan oleh Kepala Dinsos Pandeglang, Nuriah, pada Minggu (20/12) lalu, bukan hanya dari Pemkab Pandeglang saja. Namun ada juga bantuan pribadi dari Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang diserahkan kepada pemilik rumah tidak layak huni itu sebesar Rp5 juta.
Kata Nuriah, selain bantuan berupa uang, upaya lain yang dilakukan pemerintah saat ini, melalui pihak kecamatan dan petugas Tenaga Kerja Sosial Kemasyarakatan (TKSK) telah memberikan penanganan sementara dengan menyalurkan bantuan logistik.
“Iya, warga bernama Yadi sebetulnya menjadi penerima aktif bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan bantuan itu diterima rutin. Nah, sekarang kami sudah mengimput datanya untuk diajukan dalam program bantuan rehab rumah kumuh,” kata Nuriah, Senin (21/12).
Menurut Nuriah, sebelumnya satu hari yang lalu Camat Menes, Ubaidilah telah mendatangi tempat tinggal Yadi dengan membawa beragam bantuan. “Ini jelas bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat. Saya sudah turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan dan mencari solusi melakukan upaya rehab rumah Bapak Yadi,” tegasnya.
Jadi kata Yadi, masalah itu bukan hal yang seharusnya dramatisir oleh para pihak. Namun yang patut dilakukan sekarang adalah aksi membantu korban. “Hal itu telah dibuktikan oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Serang Salurkan Bantuan Untuk Aceh, Sumut dan Sumbar Rp1,19 Miliar
Menurut Nuriah, ada proses dan tahapan untuk memasukan data warga menjadi penerima program. Salah satunya mungkin program rehab rumah kumuh yang dibutuhkan keluarga Yadi. “Jadi mohon bersabar, karena ini pasti menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyatakan, sesuai data angka kemiskinan Pandeglang, menurun dari 10,44 persen turun satu digit menjadi 9,4 persen. Upaya mengentaskan kemiskinan ini bukti kerja nyata Pemda. Tentunya menurut dia, masalah kemiskinan bisa tertasi dengan program dan kerja nyata pembangunan.
“Ya, memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami entaskan di periode kedua ini. Tentu ada harapan besar pemerintah untuk terus membantu perbaikan rumah masyarakat yang tidak layak huni, menjadi rumah nyaman dan sehat. Soal ada rumah tidak layak huni milik seorang warga di Menes, itu pasti akan kami perjuangkan untuk segera dibangun. Itu pasti kami perhatikan, karena membangun rumah layak huni butuh tahapan. Yang pasti data itu sudah kami catat menjadi skala prioritas,” jelasnya. (nipal/aditya)
























