SATELITNEWS.ID, SERANG–Dalam rangka memutuskan rantai penularan Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan memberikan vaksin secara gratis kepada seluruh masyarakatnya. Namun, anggaran untuk vaksin tersebut akan dibahas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2021 mendatang.
Walikota Serang, Syafrudin, mengatakan bahwa Pemkot Serang akan berupaya untuk memberikan vaksin kepada masyarakat secara menyeluruh, hal tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki antibody terhadap Covid-19 dan dapat melaksanakan rutinitas seperti biasanya.
“Ya kami butuh vaksin untuk masyarakat disesuaikan dengan jumlah masyarakat secara keseluruhan,” kata Syafrudin, Selasa (22/12).
Ia mengungkapkan, Pemkot Serang akan membahas anggaran untuk vaksin pada APBD Perubahan Kota Serang tahun 2021 mendatang atau sekitar bulan September-Oktober 2021. “Pemberian vaksin ini kan menjadi sesuatu yang diharuskan, jadiwalaupun nanti dari Pusat tidak menganggarkan untuk vaksin, tapi akan kami usahakan. Mudah-mudahan bisa gratis,” lanjutnya.
Selain itu, untuk meningkatkan keparcayaan masyarakat terhadap penggunaan vaksin, maka ia akan menjadi orang pertama di Kota Serang yang akan divaksinasi. “Meskipun memang vaksin diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (Nakes), TNI, Polri, dan di kantor-kantor pelayanan, saya bersedia untuk menjadi orang pertama yang divaksin di Kota Serang,” ungkapnya.
Guna mengantisipasi adanya penularan Covd-19, Pemkot Serang berkerjasama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Serang telah membuat surat edaran agar masyarakat tidak melakukan perayaan pada hari Natal dan tahun baru, hal tersebut
Baca Juga: Syafrudin Setuju Kota Serang Belum Layak Jadi Ibukota Provinsi
“Hasil rapat sudah kita buat surat edaran, tidak ada hura-hura dalam perayaan Natal dan tahun baru. Sementara imbauan juga terus kami berikan agar tetap menaati protokol kesehatan,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Pujianto, mengatakan pejabat dan tokoh khususnya di Kota Serang harus menjadi role model suntik vaksin, agar masyarakat tidak takut untuk menggunakan vaksin Covid-19 .
“Masih banyak masyarakat yang menolak divaksinasi lantaran khawatir dan tidak percaya dengan kandungan di dalamnya. Maka dari itu harus ada contoh dari Walikota Serang atau tokoh ulama, dan agama yang disuntik vaksin,” kata Pujianto.
Ia menjelaskan, hal tersebut perlu dilakukan lantaran mengikuti budaya dan kultur di Kota Serang, dimana sosok yang berpengaruh akan lebih mudah membawa masa, dan mengikutinya. “Masyarakat kita itu identiknya seperti itu. Jadi harus ada sebuah contoh yang real yang jadi panutan. Jadi panutan ini harus menggunakan vaksin terlebih dahulu dan dia terhindar dari Covid-19 baru masyarakat akan mudah mengikuti,” paparnya. (mg-01/bnn)
























