SATELITNEWS.ID, SERANG–Libur awal tahun 2021 terhitung sejak 1 – 3 Januari, kawasan wisata Anyer – Cinangka, Kabupaten Serang, dipadati pengunjung. Mereka (wisatawan) yang datang, didominasi oleh pengunjung lokal.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran dan Kemitraan Jasa Usaha Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Bagja Saputra mengatakan, jika diakumulasi pengunjung yang datang ke kawasan wisata Anyer – Cinangka, baik pantai terbuka atau perhotelan jumlahnya mencapai ribuan. Sampai pihak kepolisian-pun memberlakukan buka tutup jalur.
“Tingkat hunian hotel kalau di rata-rata, antara 50 sampai 80 persen, pantai terbuka juga ramai. Itu dari tanggal 1 sampai 3 Januari, jumlahnya sekitar ribuan. Kalau sebelum malam pergantian tahun, sepi,” kata Bagja, Minggu (3/1).
Katanya, ramainya wisatawan yang datang ke Anyer – Cinangka, lantaran objek wisata di tempat lain atau Kabupaten/Kota di Banten banyak yang tutup. Selain itu, kawasan wisata pantai tersebut dianggap sangat mudah untuk diakses, dan aman. Sehingga, masyarakat berbondong-bondong menyempatkan datang ke Anyer – Cinangka, untuk liburan.
“Ini langkah Bupati Serang, yang coba mendengar aspirasi dari para pelaku wisata. Libur natal dan tahun baru, itulah kesempatan pelaku wisata untuk mendapatkan keuntungan,” tandasnya.
Ia juga menegaskan, pihaknya sudah mengimbau kepada semua pengelola hotel dan restoran serta tempat wisata pantai, agar menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Meskipun diakuinya, ada saja pengunjung yang tidak menggunakan masker.
Baca Juga: Wisatawan Yang Tenggelam di Curug Goong Pandeglang Ditemukan Meninggal Dunia
“Kalau pengelola, saya lihat sudah bagus menjaga Prokes. Hanya saja dari pengunjung, yang kurang menjaga,” ujarnya.
Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Serang, Ojat Darojat mengatakan, wisatawan yang datang ke Anyar – Cinangka selama libur awal tahun 2021, terpantau ramai. Khususnya, hari Sabtu dan Minggu.
“Kalau pas libur natal 2020, agak sepi. Pas libur tahun baru, ramai. Hari Sabtu dan Minggu, lumayan padat merayap,” ujar Ojat.
Ditambahkannya, pengunjung yang datang kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi ber plat A dan B. Namun demikian, dari lokal Kabupaten Serang dan Kota Serang-pun, banyak yang datang berkunjung menggunakan kendaraan roda dua.
Rata-rata wisatawan yang dating, tidak menginap alias pulang pergi, hanya ingin berlibur menghilangkan penat dari aktivitas rutinnya. “Ada juga yang sempat menginap di hotel,” imbuhnya.
Selain ke kawasan wisata pantai Anyar – Cinangka, kata Kepala Desa (Kades) Cikolelet tersebut, wisatawan juga banyak yang datang ke puncak Cibaja di Cikolelet. Walau akses jalan sempat terganggu karena hujan, namun pada Sabtu ada juga wisatawan yang sengaja memesan, untuk sekedar camping di Puncak Cibaja.
Baca Juga: Banten Berpotensi Jadi Pemain Utama Wisata Halal
“Lumayan ramai,” tukasnya. (sidik/mardiana)
























