SATELITNEWS.ID, SERANG–Kondisi jalan nasional ruas jalan Kragilan-Cikande, disebut dalam kondisi yang memprihatinkan. Pasalnya, banyak ruas jalan yang berlubang maupun bergelombang. Sehingga berpotensi membuat pengendara yang melintas mengalami kecelakaan. Pengguna jalan pun menyebut pemeliharaan ruas jalan utama tersebut tidak becus dilakukan.
Seorang pengguna jalan, Riska Apriliya mengatakan, ruas jalan nasional tersebut sangat rawan kecelakaan karena kondisinya yang rusak. Apalagi jalan tersebut juga dilalui oleh mobil-mobil besar, sehingga membuat dirinya sangat berhati-hati dalam melajukan kendaraan.
“Sumpah itu rawan kecelakaan banget. Apalagi kalau lewat situ jalannya pas malam hari, pasti deg-degan banget. Karena takut meleset dan jatuh. Sedangkan kondisinya kan banyak kendaraan besar yang lalu-lalang,” keluh Riska, Selasa (5/1).
Ia yang merupakan warga Kecamatan Cikande tersebut mengaku, bagi orang yang baru melewati ruas jalan tersebut tentu akan sangat kaget dan bingung. Karena, ia yang bertahun-tahun melewati jalan tersebut saja masih sering terkena ‘ranjau’ di jalan akses utama menuju Jakarta itu.
“Yang baru pertama kesana pasti kaget dan bingung jalannya mau pilih yang mana. Saya aja sering kena ranjau, kena lobang di jalan itu. Alhamdulillah gak sampai jatuh, tapi pernah ada yang jatuh waktu itu di daerah Kragilan,” terangnya.
Senada disampaikan oleh pengguna jalan lainnya, Fenti. Ia mengatakan, buruknya kondisi jalan nasional tersebut akibat tidak becusnya pelaksanaan pengawasan, sehingga ruas jalan tersebut tidak pernah baik kondisinya. “Pengawasannya tidak becus, jalan tidak nyaman dan tidak safety,” ujarnya.
Baca Juga: Tinjau Proyek Turap di Tangsel, Pilar Saga Wanti-Wanti Soal Kualitas
Kondisi jalan tersebut menurutnya sangatlah aneh, sebab selain merupakan jalan utama menuju Jakarta, di sepanjang ruas jalan tersebut juga merupakan pusat dari industri-industri besar di wilayah Serang. “Dengan kondisi jalan yang bergelombang bisa membahayakan pengendara yang melintas. Mungkin bagi pengendara yang sering lewat sudah tau bagaimana kondisi jalan, tapi bagaimana dengan orang yang pertama kali melintas?,” tegasnya.
Fenti mengatakan, buruknya kondisi jalan Kragilan-Cikande itu merupakan bukti bahwa masyarakat masih belum merasakan anggaran pemerintah yang tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa jalan yang bagus dan aman merupakan hak masyarakat, karena pembangunannya berasal dari pajak yang mereka bayarkan.
“Pengelola dan pemerintah mau tunggu sampai kapan? Kalau infrastruktur jalan utama tidak diperbaiki, bagaimana dengan jalan pedesaan? Ini artinya tidak ada pembangunan yang nyata di Provinsi Banten ini,” ungkapnya.
Berdasarkan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) induk tahun anggaran 2020 yang BANPOS (Group Satelit News), akses melalui situs https://binamarga.pu.go.id/, diketahui Kementerian PUPR mengucurkan anggaran untuk pemeliharaan dan pengawasan jalan kepada Satker Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten sebesar Rp933.321.807.000.
Satker DBMTR Provinsi Banten di Ciceri saat hendak dikonfirmasi, petugas keamanan mengarahkan langsung bertemu dengan pimpinan Satker tersebut yang bernama Noval. Namun, Noval sedang tidak ada di ruangannya. (dzh/bnn)
























