SATELITNEWS.ID, SERPONG—Peristiwa main hakim sendiri terjadi di Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Selasa (5/1). Seorang maling sepeda motor berinisial F dianiaya, ditelanjangi dan dibuang ke tempat sampah sebelum akhirnya tewas meski sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Awalnya, pelaku berinisial F dan satu rekannya menjalankan aksinya dengan mencuri satu unit sepeda motor Honda Beat Street milik penghuni kontrakan Saung Sakinah di Jalan Haji Jamad Gang Rais RT 1 RW 4 Kelurahan Buaran, Serpong. Namun saat beraksi, nasib sial justru dialami keduanya. Selain gagal mencuri, mereka justru harus meninggalkan satu unit kendaraannya akibat diteriaki warga.
Pelaku F berhasil ditangkap warga. Sedangkan rekannya berhasil melarikan diri. Saat ditangkap warga, pelaku F ditelanjangi. Kemudian dikeroyok hingga koma dan jasadnya dibuang ke tumpukan sampah di tepi jalan.
“Kejadiannya sekitar pukul 06.00 Wib,” kata Nurul (27), salah satu saksi mata yang mengetahui kejadian tersebut.
Nurul menuturkan, komplotan maling itu berbagi tugas mengawasi gerbang depan dan satu pelaku lain menjadi eksekutor untuk membobol motor. Saat eksekutor beraksi, warga memergoki dan meneriakinya maling.
“Ketahuan tuh diintip dari jendela, diteriakin,” ujarnya.
Baca Juga: Nyaris Tewas Dihajar Massa, Maling Motor di Pondok Aren Diamankan Polisi
Si eksekutor lari tunggang langgang. Sementara rekannya berinisial F berusaha kabur. Namun pelaku F yang menunggu di depan gerbang kompleks kontrakan menggunakan sepeda motor, tersangkut saat hendak kabur.
“Pas dia yang nungguin mau kabur, motornya nyangkut di gerbang pas muter, akhirnya dia ikutan lari, motornya ditinggal,” ujarnya.
Warga lantas mengejar keduanya sambil berteriak maling. Warga lain yang terpancing ikut mengejar. Sekira satu kilometer dari lokasi pencurian, F berhasil ditangkap. Sementara sang eksekutor berhasil kabur.
“Dia lari tuh, nah yang nungguin malah ngumpet di gudang gas ketangkep warga. Yang mencuri malah lari enggak ketangkap, lari ke lapangan,” ujarnya.
Pelaku F yang tertangkap warga habis ditelanjangi dan dikeroyok. Emosi warga pecah lantaran aksi pencurian sepeda motor di kawasan Buaran sering terjadi. “Iya dipukulin, warga pada kesal banyak yang kehilangan motor. Jadi itu pelaku dianggap maling semuanya saja sudah,” tandas Nurul.
Warga lainnya, Muhamad Arif mengaku sempat mengobrol dan menanyakan kepada salah satu pelaku yang menunggu di sepeda motor.
Baca Juga: Ngaku Gasak Motor 10 Kali, 2 Residivis Curanmor Dibekuk Reskrim Polsek Cikupa
“Waktu itu saya lagi siap-siap dagang bubur, ada orang di depan gerbang naik motor, terus nanya mau ngapain. Dia bilang lagi nungguin temennya. Kemudian dari dalem kontrakan pada teriak maling, gerbangnya langsung saya tutup, motornya terjepit dan jatuh. Abis itu malingnya langsung kabur,” kata Muhamad Arif yang menghadang maling motor itu.
“Motornya nyangkut, langsung ditinggal sama maling. Dua kali saya coba nutup gerbang. Malingnya pakai motor Beat street. Sama kayak motor yang mau dimaling,” pungkas Arif.
Kapolsek Serpong Kompol Supriyanto mengatakan pelaku tewas setelah mendapat perawatan satu jam di rumah sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia mengatakan, pelaku tewas akibat kondisi kritis yang dialaminya usai menjadi bulan-bulanan massa.
“Saat diamankan pelaku mengalami luka cukup serius. Pelaku tidak dapat dimintai keterangan, karena sudah tak bisa berkomunikasi,” tuturnya.
Ia menyebut bahwa pelaku merupakan komplotan pencuri yang berasal dari wilayah Rumpin, Bogor. “Pelaku inisial F ini berasal dari Bogor, tepatnya dari Rumpin. Kami masih dalami keterlibatan satu pelaku lainnya dan masih dalam pengejaran,” tuturnya.
Sementara korban yang menjadi sasaran curanmor Ricky Aditya mengaku, shock. Saat itu, dia sedang tidur dan terbangun setelah ada keributan warga yang meneriaki maling.
“Awalnya enggak tahu, pas keluar ternyata udah ramai. Saya juga enggak sempet ngeliat malingnya karena udah kabur, tahu-tahu udah ketangkep warga katanya,” pungkasnya. (jarkasih/dra/bnn/gatot)
























