SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Untuk meyakinkan vaksin Covid-19 tak berbahaya dan dapat mencegah paparan Covid-19, Bupati Pandeglang Irna Narulita bakal menjadi orang pertama di Kabupaten Pandeglang yang divaksin.
Kata Irna, dia sangat siap menjadi orang pertama untuk divaksin Covid-19. Hal itu dilakukannya sebagai upaya mencegah dan memutus mata rantai Covid-19, serta memberikan kepercayaan kepada masyarakat.
“Tentu saja selaku Kepala Daerah, ibu (Irna menyebut dirinya) harus siap mentaati anjuran pemerintah. Pak Presiden juga siap divaksin pertama, jadi ibu juga siap sekalipun harus yang pertama disuntik vaksin Covid-19,” kata Irna saat dihubungi via WhatsAap (WA), Minggu (10/1).
Irna menjelaskan, usai dirinya yang divaksin bakal dilanjutkan kepada para tenaga medis dan aparat keamanan. Setelah itu dapat diselesaikan, baru vaksin bakal diberikan kepada masyarakat Kabupaten Pandeglang.
“Setelah ibu yang paling pertama, vaksin Covid-19 yang akan diterima Kabupaten Pandeglang itu bakal diprioritaskan untuk petugas medis dan aparat keamanan. Sebab mereka memiliki resiko paling tinggi terpapar Covid-19,” ungkapnya.
Walau sudah ada vaksin, dia tetap meminta kepada masyarakat agar tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan hingga Covid-19 benar-benar lenyap. Menurutnya, langkah itulah yang lebih efektif saat ini.
Baca Juga: Gelar Pelantikan dan Rakerwil, Irna: PAN Solid Menuju 3 Besar di Banten
“Ibu mengajak kepada masyarakat Pandeglang dan semua pihak, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19. Terutama mari kita terapkan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), karena itu merupakan langkah tepat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” harapnya.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pandeglang, Achmad Sulaeman menambahkan, kuota vaksin yang saat ini sudah ditetapkan untuk Kabupaten Pandeglang sebanyak 14 ribu vaksin. Jumlah itu hanya untuk tenaga kesehatan saja.
Kemungkinan tambahnya, kuotanya bakal ditambah lagi. Sebab dari jumlah yang diberikan itu belum dapat memenuhi kebutuhan.
“Kebutuhan di Pandeglang itu khusus tenaga kesehatan saja, harus 82 ribu vaksin. Sedangkan yang baru diploting 14 ribu vaksin saja. Ya, mudah-mudahan secepatnya ditambah lagi,” pungkasnya. (nipal/aditya)
























