SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Realisasi investasi di Kabupaten Lebak pada tahun 2020 mencapai Rp3,23 triliun. Pencapaian ini diklaim melampaui target hingga 302 persen yang hanya mematok angka Rp 1 triliun.
Informasi yang dihimpun, atas keberhasilan tersebut Kabupaten Lebak mendapatkan insentif dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Adapun apresiasi itu total tahun 2021 ini insentif sebanyak Rp18 miliar. Di mana Rp10 miliar berasal dari keberhasilan SAKIP dan Rp 8 miliar dari investasi.
“Iya betul (dapat insentif-red), insentif itu digunakan untuk pendidikan, kesehatan dan infrastruktur,”kata Kepala Bidang Perencanaan,Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bapelitbangda Lebak, Widi Ferdian, kemarin.
Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM), Lebak Yosep Mohammad Holis mengatakan, meski realisasi investasi tahun 2020 melampaui target, faktanya di tahun 2021 target investasi tidak mengalami kenaikan atau masih sama yakni Rp 1 triliun. “Target tersebut, mengacu kepada Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lebak 2019 – 2024,” kata Yosep.
Meski demikian, Yosep meyakini target investasi tersebut akan tercapai. Terlebih, pada Juli 2021 Jalan Tol Serang – Panimbang sudah mulai dioperasikan. “Kami yakin, dan optimistis realisasi investasi akan makin membaik. Apalagi, Juli 2021 jalan tol sudah mulai running. Apalagi, investasi di Lebak didominasi industri non logam, perumahan, peternakan, dan jalan tol,”imbuhnya.(mulya/made)
























