SATELITNEWS.ID, BAYAH—Warga Kecamatan Bayah menanam pohon pisang di ruas Jalan Cibayawak-Sawarna. Aksi tersebut sebagai bentuk protes lantaran jalan tersebut tak kunjung diperbaiki oleh pihak PT Cemindo Gemilang. Sebab, kerusakan itu di diduga aktivitas kendaran besar keluar masuk perusahan tersebut.
Tokoh Masyarakat Kecamatan Bayah, Erwin Komara Sukma membenarkan, bahwa warga Bayah belum lama ini menanam pohon pisang di ruas Jalan Cibayawak-Sawarna sebagai protes atas kondisi itu. “Kerusakan itu bukan pertama kali terjadi, maka warga memprotesnya dengan pohon pisang di ruas jalan itu,” kata Erwin, kemarin.
Menurut Erwin, sudah sepantas warga menanam pohon pisang sebagai bentuk protes. Sebab, jalan tersebut merupakan akses utama warga Kecamatan Bayah.
“Ada alternatif lain tapi jaraknya jauh dan banyak perbukitan. Artinya, lebih membahayakan. Kita harap pihak perusahan bisa segera memperbaiki ruas jalan itu,” tandasnya.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak Irvan Suyatupika, berharap, PT Cemindo Gemilang mau mengeluarkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk perbaikan jalan tersebut.
Karena kata Irvan, ruas jalan itu digunakan oleh perusahaan produsen Semen Merah Putih tersebut untuk keluar-masuk kendaraannya. “Jalan itu kan pakai keluar-masuk dan parkir mobil mereka, kami berharap pihak Cemindo ada CSR di sana,” kata Irvan, kemarin.
Baca Juga: Batu Cadas Nyaris Tutupi Jalan Rangkasbitung-Leuwidamar
Irvan menyampaikan, bahwa Dinas PUPR Lebak sudah meminta hal itu kepada perusahaan. Sebab, bagaimanapun juga dan secara kasat mata kendaran kendaran besar melintasi jalan itu. Maka, sudah sepantasnya perusahan menggelontorkan dana CSR nya.
“Sudah, kami sudah minta untuk itu, (perbaikan),” katanya. Sementara, sampai berita ini dipublis Satelit News masih berusaha menghubungi pihak PT Cemindo Gemilang, terkait desakan itu namun belum ada konfirmasi.(mulyana/made)
























