SATELITNEWS.ID, SERANG–Kapal tongkang bermuatan batu bara terbakar di perairan Pulo Ampel, tepatnya di Desa Margasari, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Jumat (22/1) lalu. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Pulo Ampel, Luki Sosiawan membenarkan peristiwa tersebut di wilayahnya. “Itu masuknya Desa Margasari Kecamatan Pulo Ampel,” kata Luki, Sabtu (23/1) lalu.
Ia mengaku, tidak mengetahui secara detail kronologi kebakaran tongkang tersebut. “Iya ada kebakaran. Tadi dengar info dari teman, katanya ada kebakaran di PT. SPW. Kronologinya, saya nggak tahu,” ucapnya.
Luki mengatakan, kapal bermuatan batu bara tersebut terbakar saat hendak memasuki waktu magrib. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Sudah padam. Alhamdulillah, nggak ada korban,” tandasnya.
Diketahui, proses pemadaman api yang membakar kapal tongkang bermuatan batu bara, berlangsung berjam-jam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma mengatakan, kebakaran itu bermula ketika sekitar pukul 11.25 WIB terlihat kobaran api dari tumpukan batu bara yang ada di dalam kapal tongkang. Api tersebut kemudian menjalar ke bagian lain, yang mudah terbakar.
Baca Juga: Sopir Tronton Mengantuk Saat Mengemudi di Tol Tangerang – Merak, Ini Akibatnya
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” tandasnya.
Nana mengatakan, pihaknya mendapat kabar peristiwa sekitar pukul 15.28 WIB dari seorang anggota Damkar BPBD Kabupaten Serang, melalui telepon selulernya.
Kemudian ia mengirimkan satu unit armada water foam kapasitas 5.000 liter, beserta satu regu anggota Damkar untuk melakukan penanganan kebakaran kapal tongkang tersebut. Pukul 16.15 WIB, tim Damkar sampai di lokasi kejadian dan melakukan penanganan dengan dibantu alat berat berupa beko atau eskapator.
Sekitar pukul 18.15 WIB Damkar milik perusahaan air minum swasta memberikan bantuan untuk pemadaman, karena api tak kunjung padam. Setelah beberapa jam berjibaku dengan kobaran api tersebut, baru sekitar pukul 22.25 api berhasil dipadamkan.
Tim kemudian melakukan pendinginan, setelah itu kembali ke markas. Nana memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta. (bnn)
