SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Proses vaksinasi bagi tenaga medis (nakes) di Kota Tangerang ditargetkan usai selama sepekan sejak Senin, (25/01) lalu. Namun dari 10.267 nakes, baru 3.467 saja yang sudah divaksin.
Hal tersebut diungkapkan oleh Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah. “Hari kemarin saja, kita sudah 34 persen. Nah ini ya jadi kalau untuk Kota Tangerang totalnya yang sudah divaksin ada 3.467. Yang ditunda ada 313 yang tidak divaksin 218. Jadi sudah hampir 34 persen,” ujarnya saat jumpa pers di ruangan Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat, (29/01).
Dia mengatakan, secara persentase di Provinsi Banten, vaksinasi Kota Tangerang mencapai 27,16 persen dengan jumlah yang divaksin 10.267 dan sasaran 10.367. “Yang paling banyak itu Tangsel sasaran 9.000 sekarang dia sudah 47,74 persen. Jadi sasarannya sedikit di sudah divaksin duluan,” imbuhnya.
Walikota dua periode ini mengatakan Sebanyak 12 pejabat lingkar Pemerintah Kota Tangerang telah disuntik vaksin Sinovac. Diantaranya, dia bersama wakilnya Sachrudin, Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana.
Beberapa pejabat lain, yakni Ketua Pengadilan Negeri Tangerang Minanoer Rachman, Ketua MUI Kota Tangerang Ghozali Barmawi, Kepala Bagian Sumber Daya Polres Metro Tangerang Kota AKBP Nurman Surachman, dan delapan pejabat lainnya. “Semua yang ada di undangan, semuanya berhasil menerima vaksin,” kata Arief.
Dia berharap hal ini dapat menjadi percontohan bagi masyarakat yang akan menerima vaskin. Karena dari semua pejabat yang sudah divaksin semuanya tak merasakan efek samping. Sehingga hal ini tidak menjadi kekhawatiran masyarakat.
Baca Juga: Gedong Tinggi Ciledug Dibongkar, Pemkot Tangerang Kaji Sisa Bangunan untuk Rekonstruksi
“Mudah-mudahan ini semua untuk kebaikan bangsa dan negara sehingga kita bisa bebas dari pandemi covid-19 yang sudah kurang lebih setahun mengikuti aktivitas sosial masyarakat,” tuturnya. “Jadi mudah mudahan kita berharap doa dan dukungan masyarakat bisa memberikan imuniti yang maksimal sehingga angka kesakitan dan lainya bisa kembali normal,” tambah Arief.
Arief juga menuturkan, dirinya masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat soal vaksinasi bagi masyarakat. Namun, kata dia dari informasi yang diperoleh vaksinasi tersebut akan berlangsung pada akhir Februari mendatang.
“Intinya di Kota Tangerang sudah disiapkan fasilator-fasilator yang bekerja sama dengan seluruh nakes yang di puskesmas, rumah sakit untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 ini,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dr Liza Puspadewi mengungkapkan terdapat hampir tiga persen tenaga kesehatan yang tidak dapat divaksin. Menurutnya hingga Kamis (28/1) terdapat 3.800 tenaga kesehatan dari total 10.100 tenaga kesehatan yang terdaftar di Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP PEN). “Yang tidak bisa divaksin hampir 3 persennya. Artinya penyintas, ibu hamil, menyusui, punya penyakit komorbid, itu yang menjadi exclude,” ujar Liza
Saat ini, Dinkes Kota Tangerang kata Liza masih terus melakukan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan yang ada di Kota Tangerang. Dirinya menambahkan, bagi tenaga kesehatan yang belum dilakukan vaksinasi, pihaknya akan melakukan penelusuran sehingga semua dapat divaksin.
“Minggu ini kita harapkan selesai, dan minggu berikutnya kita akan menyisir yang mungkin terlewatkan. Yang mungkin belum mendapat informasi, karena tenaga kesehatan kan enggak cuma dokter, bisa perawat, bisa bidan juga,” jelasnya. (irfan/made)
Baca Juga: Pemkot Tangerang Gelar Renungan Suci HUT ke-81 RI
























