SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lebak menargetkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara hanya 250 ribu orang. Target itu berkaca dari anjloknya pengunjung wisatawan ke Lebak pada masa pandemi Covid-19.
Kabid Destinasi Disparbud Lebak Luli Agustina mengatakan, target itu sangat realistis melihat realisasi kunjungan wisatawan pada tahun 2020 yang hanya 206.143 orang. Anjloknya kunjungan wisatawan hingga 85 persen dibandingkan tahun 2019 itu dampak hantaman pandemi Covid-19.
“Kami realistis karena kita tidak bisa memprediksi sampai kapan pandemi ini selesai. Walaupun sekarang sudah mulai dilakukan vaksinasi, tapi geliat sektor wisata belum maksimal berjalan,” kata Luli, kemarin.
Meski pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak diperpanjang oleh Pemkab Lebak, namun kata Luli, dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) mengharuskan jumlah pengunjung ke lokasi wisata yang harus dibatasi 50 persen.
“Psikologis masyarakat juga terhadap Covid-19 juga jadi salah satu pertimbangan, kenapa target kunjungan tahun ini tidak tinggi. Kalau pandemi selesai kami berani pasang target tinggi seperti tahun 2019 yang capai 1 juta lebih,” ungkap Luli. Luli menjelaskan, kemungkinan tren pariwisata di Lebak akan mengarah pada agrowisata. Objek wisata ini yang menurutnya akan bermunculan di kabupaten terluas di Provinsi Banten.
“Bappelitbang dan Dinas Pertanian sudah berkunjung ke sana, agrowisata kebun strawberry. Ini yang ke depan kita harap muncul menjadi tren yang saat ini memang belum ada di Lebak yang dimanage dengan sangat baik,” tutur Luli. Lebih lanjut Luli menjelaskan, arah ke depan industri pariwisata, terutama di masa pandemi bukan hanya bisa membuat bahagia, akan tetapi lebih mengutamakan kualitas. “Pariwisatanya harus dijamin menjadi pariwisata yang kualitas. Kalau di masa pandemi ini ya harus menjamin protokol kesehatannya,” imbuhnya.
Baca Juga: Wisatawan Yang Tenggelam di Curug Goong Pandeglang Ditemukan Meninggal Dunia
Kepala Disparbud Lebak, Imam Rismahayadin menambahkan, target pengunjung yang ditentukan untuk tahun 2021 ini berdasarkan acuan hasil kunjungan tahun 2020. Dimana, pengunjung di tahun sebelumnya itu turunnya sangat drastis, karena pandemi ini belum bisa ditentukan kapan berakhirnya maka ia pun belum berani menargetkan pengunjung lebih banyak lagi.
“Ya, semoga saja tahun ini pengunjung bisa lebih banyak dari tahun sebelumnya. Saya tetap mengisyaratkan kepada pengunjung maupun pengelola wisata untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.(mulyana/made)
























