SATELITNEWS.ID, KOSAMBI—SDN Belimbing III, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi sempat terendam air hingga ketinggian 20 Cm. Banjir itu merupakan luapan air dari drainase yang tersumbat. Meski kini genangan air telah surut.
Kepala SDN Belimbing III, Sukina mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Belimbing, membuat SDN Belimbing III terendam air hingga mencapai 20 Cm. Menurutnya, terendamnya SDN ini dikarenakan drainase yang tersumbat dan adanya pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungan.
Kata Sukina, sebelum drianase tersumbat, walaupun ada hujan deras seharian pun tidak pernah terjadi genangan. Dia berharap dinas terkait dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, untuk memberikan solusi yang terbaik agar SDN III tidak selalu tergenang setiap hujan.
“biasanya meskipun hujan turun deras tidak menjadi banjir seperti sekarang ini. Paling lama satu jam air sudah surut, tapi kali ini sudah hampir tiga hari air masih merendam sekolah kami,” kata Sukinah kepada Satelit News, Minggu (31/1).
Sementara itu, Alan Sutaryan sebagai wali murid sangat prihatin dengan kondisi sekolah dimana tempat anaknya menutut ilmu. Meskipun saat ini sekolah masih belajar dari rumah, tapi aktivitas guru tetap ada di sekolah.
“Dengan adanya proyek pengurugan yang tidak memperhatikan lingkungan, sehingga SDN Belimbing III terendam air. Sebab ada sarana Saluran Pembuang Air Limbah (SPAL) masyarakat yang tertutup urugan tanah,” keluhnya.
Baca Juga: Akademisi Soroti Persoalan Persampahan Hingga Drainase di Kota Tangerang
Salah satu tokoh masyarakat sekitar, M. Tasin menambahkan, bahwa di SDN III ini memang kerap terjadi banjir ketika hujan deras turun. Namun, saat ini Kepala Desa Belimbing sudah menurunkan mesin penyedot air agar sekolah tersebut tidak tergenang.
“Alhamdulillah, Pak Kades langsung turun, beliau menurunkan mesin sedot air,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























