SATELITNEWS.COM, PINANG–Presiden Joko Widodo menyatakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sebagian wilayah Pulau Jawa-Bali tak efektif. Namun kondisi berbeda dipaparkan Pemkot Tangerang. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengklaim penerapan pembatasan kegiatan masyarakat di wilayahnya berjalan efektif.
Efektivitas itu dibuktikan dengan keberhasilan Kota Tangerang menekan angka penyebaran Covid-19 selama PPKM hingga mampu keluar dari zona merah penyebaran Covid-19. Sejak Minggu 31 Januari 2021, kota seribu industri sejuta jasa itu menyandang status zona kuning.
“Semalam sudah dievaluasi, memang PPKM ini alhamdullilah di Kota Tangerang sudah mulai merasakan hasilnya. Makanya nih kita dorong dan optimalkan lagi,” ujar Wali Kota Arief R Wismansyah saat memantau operasional Puskesmas Sudimara Pinang Kecamatan Pinang sebagai rumah isolasi terkonsentrasi, Senin, (1/2).
Arief mengatakan pihaknya akan berupaya terus dalam mengoptimalkan kebijakan PPKM tersebut. Sehingga Kota Tangerang dapat kembali berstatus zona hijau penyebaran Covid-19. Berdasarkan data infocorona.bantenprov.go.id, Kota Tangerang tercatat memiliki 6.020 kasus positif Covid-19 hingga kemarin. Sebanyak 426 dalam perawatan, 5.471 orang sembuh dan 123 orang meninggal dunia.
“Informasi kemarin ketika rapat dengan BNPB pusat kota Tangerang sudah masuk ke zona kuning. Nudah-mudahan kita tingkatkan ke zona hijau,” katanya.
Untuk menekan kasus Covid-19, Pemkot Tangerang, kata Arief kembali menambah rumah isolasi terkonsentrasi di Puskesmas Sudimara Pinang. Mengingat, RIT berkurang setelah hotel Siti memilih untuk tak memperpanjang kerja sama dengan Pemkot Tangerang.
Baca Juga: Dinilai Punya Fasilitas Lengkap, Banten Layak Tuan Rumah PON XXIII
“Sekarang kita ganti supaya lebih hemat juga, memanfaatkan fasilitas Sudimara Pinang. Sekarang total RIT jumlahnya 442 yang terisi 284. Yang masih kosong 158 dan akan masuk 13,” katanya.
Diketahui, Puskesmas Sudimara Pinang berkapasitas 52 tempat tidur. Namun, Pemkot Tangerang menambah kapasitasnya menjadi 60 tempat tidur.
Politisi dari partai Demokrat ini menjelaskan kalau pihaknya sangat serius dalam menangani percepatan Pandemi Covid-19. Hal ini kata dia dibuktikan dengan jumlah tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19 terbanyak se-provinsi Banten.

Terlebih kata Arief, Kementerian Kesehatan meminta untuk kapasitas tempat tidur untuk isolasi ditambah 30 persen dari kapasitas. Namun, di Kota Tangerang bahkan sudah mencapai 50 persen.
“Arahan Menkes 30 persen kita sudah 50 persen. Jumlahnya 1.465 dari total 2.800 tempat tidur se-kota Tangerang,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Pemkot Tangerang bakal menggalakkan sosialisasi ke masyarakat apabila ada yang terjangkit Covid-19 harus diisolasi di RIT. Sehingga masyarakat tidak nekat melakukan isolasi mandiri di rumahnya karena akan berpotensi menularkan ke keluarga atau orang terdekatnya.
Baca Juga: Bukber dan Padel: Sore Santai Arief Wismansyah Bersama Wartawan Tangerang
“Karena sekarang yang kosong sudah banyak nih nanti kita sosialisasikan lagi masyarakat supaya tidak isolasi mandiri di rumah biar bisa ditangani dengan tim kesehatan kalau dirawat di tempat kita,” jelas Arief.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Liza Puspadewi mengatakan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) saat ini sebesar 80 persen. Artinya, sebanyak 1.176 tempat tidur dari 1.465 yang tersedia kini telah terisi.
“Jadi kemungkinan 1.200 an dan itu setengahnya diisi oleh warga di luar Kota Tangerang. Seperti Tangsel dan Kabupaten Tangerang. Sekarang juga ada yang dari Serang karena kemarin kan koordinasi dengan Sekda Provinsi Banten. Serang kan zona merah jadi sebagian ada yang ditarik ke Kota Tangerang juga,” jelas Liza.
Liza berharap, masyarakat dapat menjadi bagian dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19. “Kita akan berupaya lebih optimal lagi bagaimana menurunkan dan memutus rantai Covid-19 jadi masyakat harus tetap semangat menjadi bagian dari solusi agar kita semua bisa beraktivitas sediakala,” pungkasnya. (irfan/gatot)
























