SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Tahun 2021 yang diharapkan menjadi tahun kebangkitan sektor pariwisata di Pandeglang, rupanya masih akan menjadi “isapan jempol” belaka. Karena, Bagian Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Pandeglang tak menganggarkan untuk promosi pariwisata.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dispar Pandeglang, Toto Mustofa menyatakan, tahun 2021 di bidangnya tidak ada anggaran. “Adapun untuk yang melibatkan pelaku wisata, ada di Bidang Destinasi,” kata Toto, Jumat (5/2).
Toto tak berkomentar lebih jauh, soal program promosi atau pemasaran sektor pariwisata kedepan. Bahkan saat disinggung terkait apa program unggulan di tahun 2021, dan apa upaya Dispar untuk pengembangan kawasan wisata dimasa pandemi atau memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Covid-19 ini, ia-pun tak berkomentar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, di wilayah Pandeglang muncul berbagai destinasi wisata baru, yang sebagian besarnya adalah jenis destinasi wisata alam dan wisata buatan. Seperti di kawasan kaki Gunung Karang, tepatnya di Kampung Kadu Engang, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung.
Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang M. Habibi mengatakan, sudah sering memberikan masukan, saran dan kritik ke Dispar terkait pengembangan dan pengelolaan kawasan pariwisata, dalam rangka mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Salah satu masukan kami ke Dispar, yaitu coba menggandeng konsultan untuk melakukan perencanaan dan kajian secara ilmiah. Agar dapat menghitung atau menaksir jumlah PAD yang dapat dihasilkan,” ujar Habibi.
Baca Juga: Perubahan APBD 2026: Pemkot Tangsel Tambah Anggaran Pendidikan, Kesehatan hingga Infrastruktur
Menurutnya, Dispar harus terus berinovasi dan berkreasi dalam hal pengembangan kawasan pariwisata. Karena, Pandeglang memiliki segudang potensi wisata yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan, untuk kemajuan daerah dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Politisi Partai Golkar ini juga menyayangkan, jika Bagian Pemasaran Dispar Pandeglang tak ada anggaran untuk melakukan promosi wisata di tahun 2021. Karena bagaimanapun, kunjungan wisatawan ke Pandeglang sudah mulai ramai.
“Khususnya di hari libur atau weekend, sejumlah jalur wisata terlihat ramai atau padat oleh kendaraan, yang rata – rata berasal dari luar Pandeglang atau Banten, ini potensi,” pungkasnya.
Ditambahkannya, Dispar harus duduk bersama dengan para pemangku kebijakan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pandeglang, termasuk melibatkan para pelaku wisata yang ada.
Kawasan wisata Carita, dari Panimbang sampai ke Batu Hideung dan kemudian kearah Sumur, kawasan Gunung Karang, dari Mengger hingga ke Caringin, menurut Habibi itu merupakan potensi wisata yang dapat dikembangkan.
“Belum keberadaan wisata kolam pemandian Cikoromoy, air panas Cisolong, serta beberapa lokasi wisata lainnya,” tandasnya.
Baca Juga: Perubahan APBD Tangsel Bertambah Rp100 Miliar
Terpisah, Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC) Franky Supriadi menegaskan, untuk menjadikan Pandeglang sebagai daerah tujuan wisata, tak cukup hanya dilakukan oleh pelaku atau pengusaha wisata saja. Tetapi, harus melibatkan banyak unsur yang berkepentingan.
“Di Carita itu, banyak potensi wisata yang kondisinya terancam terpuruk. Karena, selain kurangnya promosi, juga lemahnya keterlibatan pemerintah. Sehingga yang terjadi, minimnya lampu PJU disepanjang jalur wisata Carita, banyak tumpukan sampah di pesisir dan kawasan wisata pantai, minimnya sarana prasarana pendukung yang dapat dinikmati wisatawan, serta persoalan lainnya yang tak kunjung selesai sejak beberapa tahun kebelakang,” terangnya.
Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap ada kerjasama yang baik antara semua unsur/lembaga dan komponen lainnya. “Jangan sampai investor yang saat ini sudah investasi, ataupun yang akan investasi di kawasan wisata Pandeglang, mengurungkan niatnya hanya karena kurang kepercayaan diri untuk berinvestasi,” imbuhnya. (mardiana)
























