SATELITNEWS.ID, SERANG–Sebanyak 6 dari 8 kecamatan di Kabupaten Serang, yang sebelumnya terdampak banjir selama beberapa hari terakhir ini, sudah mulai surut. Warga sekitar sudah mulai beraktifitas seperti biasa.
Operator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Jhoni E Wangga mengatakan, wilayah terdampak banjir yang mulai surut antara lain, Kecamatan Ciruas, Kragilan, Kibin, Tunjung Teja, Kopo dan Jawilan.
Diakuinya banjir kali ini memang tidak terlalu parah, karena ketinggian air masih di bawah 50 centi meter (Cm). Bahkan, warga terdampak juga tak ada yang sempat diungsikan. “Sebenarnya aktifitas warga masih normal, nggak ada yang ngungsi, kecuali yang di Ciruas. Pas malamnya kita mau droping tenda, ternyata dapat informasi banjir sudah surut,” kata Jhoni, Minggu (6/2).
Untuk Kecamatan Cikande dan Binuang tambahnya, hingga saat ini masih terendam. Ia-pun mengaku masih tetap waspada, terutama terhadap wilayah yang dilalui oleh Sungai Cidurian, seperti Kecamatan Binuang dan Jawilan. Ditambah, curah hujan masih tinggi, khawatir air sungai kembali meluap.
“Kalau kemungkinan banjir lagi, selalu ada. Karena curah hujan masih tinggi. Informasi dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), akhir Maret nanti curah hujan perlahan akan berkurang (terhenti,red),” tuturnya.
Disinggung mengenai korban jiwa atau kerusakan yang diakibatkan oleh banjir, berdasarkan laporan yang diterimanya sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Begitu-pun rumah rusak yang diakibatkan banjir. “Kemarin ada beberapa rumah roboh akibat diterjang angin, rata-rata rumah semi permanen,” tandasnya.
Baca Juga: Antisipasi Potensi Bahaya, BPBD Kabupaten Serang Intensif Pantau GAK
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma sebelumnya mengatakan, ada sebanyak 823 rumah terdampak banjir yang tersebar di 9 Desa, 5 kecamatan, meliputi Kibin, Kragilan, Tunjung Teja, Ciruas dan Kopo. Kemudian 139 rumah di Kecamatan Cikande, 23 rumah di kecamatan Jawilan serta 18 rumah di Kecamatan Binuang.
“Warga masih menempati rumahnya masing – masing,” ungkap Nana.
Diberitakan sebelumnya, banjir yang melanda di Kabupaten Serang meluas. Saat ini tercatat, ada 8 kecamatan yang terendam yakni, Kecamatan Kibin, Kragilan, Tunjung Teja, Ciruas, Kopo, Cikande, Jawilan dan Kecamatan Binuang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya hingga Rabu (3/2), ada 9 Desa dengan jumlah rumah sebanyak 823 terendam banjir, tersebar di 5 kecamatan, yakni Kecamatan Kibin, Kragilan, Tunjung Teja, Ciruas, Kopo dan 23 rumah di Kecamatan Jawilan.
Namun beberapa titik wilayah terdampak banjir sebagian sudah surut, sebagian lainnya masih tergenang dengan ketinggian air 10 sampai 60 centimeter. “Ada 2 Kecamatan sudah mulai kondusif, warga sudah kembali ke rumahnya masing – masing, dan sudah beraktifitas seperti biasa,” kata Nana, Jumat (5/2).
Katanya, Kamis (4/2) banjir kembali merendam Kecamatan Cikande dan Kecamatan Binuang. Untuk di Kecamatan Cikande, ada sebanyak 9 kampung dengan jumlah rumah 139 yang terendam, meliputi Desa Cikande, Kampung Pengkolan Asem RT 001 RW 001, Kampung Pasar Lama RT 002 RW 001, Kampung Cibeureum RT 004 RW 002, Kampung Pabuaran RT 001 RW 004.
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
Kemudian, Desa Parigi, Kampung Kebon Jeruk RT 002 dan 003 RW 003, Kampung Parigi RT 002 RW 004, Kampung Parigi RT 004 RW 004, Kampung Kalong RT 002 RW 005 dan Kampung Dahu Tengah RT 006 RW 007.
Menurutnya, musibah banjir tersebut diakibatkan oleh luapan Sungai Cidurian dan drainase di pemukiman yang tersumbat, ditambah curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah sekitar.
“Drainasenya tersumbat, warga masih menempati rumahnya masing –masing. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, ketinggian air antara 10 sampai 50 centimeter,” ujarnya.
Sedangkan di Kecamatan Binuang, ada sebanyak 18 rumah yang terendam. Banjir tersebut juga disebabkan oleh meluapnya Sungai Cidurian. “Ketingian air antara 10 – 40 centimeter,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
























