SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Warga terdampak banjir di Kelurahan Batusari Jalan Darusalam RW 3 Kecamatan Batuceper Kota Tangerang mendapatkan angin segar. Pasalnya penyebab banjir di wilayah tersebut dalam waktu dekat ini akan segera ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang.
Kepala Bidang Tata Air untuk DPUPR Kota Tangerang, Mursiman mengatakan telah menganggarkan untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. Total dana yang dikucurkan mencapai Rp 900 juta untuk normalisasi Kali Tinggi, perbaikan drainase dan pengadaan dua pompa air.
“Anggaran Rp 900 juta itu ada beberapa item. Seperti pembelian material perbaikan drainase dan normalisasi Kali, mungkin ada pintu air termasuk 2 pompa,” ujarnya kepada Satelit News, Kamis, (18/2).
Dia menjabarkan, anggaran itu untuk perbaikan saluran drainase di sekitar kelurahan Batu Sari. Sistemnya kata Musiman aliran saluran air yang terdapat di Kelurahan Batu Jaya akan dicrosing ke sisi timur. Kemudian masuk ke arah perumahan Arcadia, saluran pembuangan Kebon Besar yang bermuara ke kali Mookervart.
“Nanti ada pembagian saluran di sekitar kelurahan. Dipompa ke saluran samping jalan Djuanda karena itu memang dibawah agak rendah. Jadi air tidak bisa ngalir,” katanya.
Lalu, dua pompa air akan diterapkan untuk mencegah terjadinya banjir. Lantaran wilayah tersebut merupakan kawasan genangan yang ketika hujan surutnya lama.
Baca Juga: Anggaran Tersendat, 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Setop Operasi
Dua pompa tersebut terdiri dari stasionari dan mobile. Pompa stasionari akan secara otomatis berfungsi ketika air sudah berada diatas batas yang sudah ditentukan.
“Jadi harus pompanisasi. Pengamatan dari kita memang agak lama surutnya karena daerah cekungan sehingga harus ada pompa permanen,” tuturnya.
“Disamping nanti saluran yang ada memang Dinormalisasi dan mungkin di beberapa sisi harus diperbaiki lagi,” tambah Mursiman.
Menurut Mursiman upaya ini diprediksi efektif setelah dikaji bila dibandingkan dengan biopori atau sumur resapan. Alternatif biopori dinilai tidak efektif bila diterapkan. Karena kondisi muka air di Kota Tangerang terbilang dangkal.
“Penggalian tanah beberapa meter sudah keluar air jadi ketika sumur resapan 4 meter kurang maksimal mungkin dibor sampai kedalaman lapisan akuifer mungkin 50 80 meter itu genangan diresapi ke lokasi tersebut itu batu bisa maksimal,” jelasnya.
Sebelumnya, air yang menggenangi puluhan rumah warga di jalan Darussalam RW 3 Kelurahan Batusari Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang masih belum surut hingga Rabu (17/2). Banjir setinggi 40 sentimeter sudah berlangsung sejak Selasa (16/2) lalu. (irfan/gatot)
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
