SATELITNEWS.ID, PAMULANG—Penyelesaian pembebasan lahan dan konstruksi Jalan Tol Serpong-Cinere (Sercin) terus dikebut. Rencananya, pada April 2021 Presiden Joko Widodo akan meresmikan operasional Tol Sercin Seksi 1 (Serpong – Pamulang) sepanjang 6,6 Km.
Kantor Badan Pertanahan (BPN) Kota Tangerang Selatan, Selasa (23/02) melakukan aksi jemput bola melakukan pembayaran uang ganti rugi pembebasan lahan terdampak banjir yang berada di tepi jalan tol Sercin Seksi 1 tersebut. Kepala Kantor BPN Tangsel Himsar memimpin langsung kegiatan ini dengan mendatangi rumah warga yang terletak di Jalan Oskar, Kampung Bambu Apus. Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang.
“Aksi jemput bola seperti ini memang sudah seharusnya dilakukan, mengingat ada warga tidak dapat datang ke kantor kami untuk menerima pembayaran karena tengah sakit,” kata Himsar, kemarin pagi sekira pukul 10.00 wib.
Himsar menyatakan, pembebasan lahan ini merupakan atensi dari Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. Posisi rumah warga berada di jauh di bawah tepi jalan tol Sercin Seksi I. Saat hujan deras turun, rumah-rumah mereka terendam banjir sekitar 100 cm.
“Karena terus berulang, mereka meminta Wali Kota Tangsel untuk melakukan upaya agar lahan mereka dapat dibebaskan. Dari sana, kemudian Bu Wali Kota mengirim surat kepada Kementerian PUPR,” kata Himsar.
“Rencananya, di kawasan itu nantinya akan dibangun embung, untuk menampung air,” lanjutnya.
Baca Juga: Anggota DPRD Tangsel Desak Pembebasan Lahan Warga Cipeucang Dihargai Layak
Semula, di area tersebut ada enam bidang yang harus dibebaskan. Seyogyanya, kemarin pembayaran ganti rugi dilakukan untuk 4 bidang lahan seluas 437 m2 yang tersisa. Total yang dibayarkan Rp 3,27 miliar lebih.
“Karena ada warga yang sedang sakit dan berada di luar kota, pembayaran hanya dapat dilakukan untuk 3 bidang” kata Himsar yang sempat melakukan kontak video call dengan warga terdampak tersebut yang sedang berada di Lombok.
Suratmi, salah seorang warga penerima ganti rugi menyatakan rasa terimakasihnya atas kesediaan tim dari BPN Tangsel, Pihak Kementrian PUPR serta Lurah yang mau datang langsung ke lokasi warga.
“Terimakasih banyak bapak-bapak sudah mau datang. Memang kondisi saya seperti ini, tidak mungkin bisa pergi ke mana-mana,” ujar perempuan 49 tahun yang terkena diabetes sehingga matanya tidak bisa melihat itu dengan terbata-bata, didampingi kedua anaknya yang masih remaja.
Carsum yang merupakan tokoh masyarakat setempat mengatakan tidak ada pilihan lain bagi warga kecuali meminta lahannya dibebaskan. “Capek jadi korban banjir, pak,” kata dia.
Pria 56 tahun yang tinggal di kawasan itu sejak tahun 1991 melanjutkan, dia berencana menggunakan sebagian uang ganti rugi yang diterimanya untuk membeli tempat tinggal baru dan selebihnya untuk usaha UKM yang dirintis isterinya.
Baca Juga: Puluhan Tahun, Empat Keluarga di Tangsel Menanti Ganti Rugi Pembebasan Tol
Ketua PPK Tol Sercin M Fajri mengatakan, kegiatan pembebasan lahan sudah mencapai 98%. “Untuk seksi 1 (Serpong-Pamulang) sudah 99% dibebaskan. Sedangkan untuk Seksi 2 (Pamulang-Cinere) lahan yang sudah dibabaskan mencapai 95%,” katanya di lokasi acara.
Terkait progres konstruksi, Fajri menyebut pada seksi 1 sudah mencapai 100%. Sementara untuk seksi 2 sebesar 75%.
“Insya Allah pada bulan April 2021 akan dilaksanakan peresmian operasional Jalan Tol Serpong-Cinere untuk seksi 1 oleh Bapak Presiden, yaitu dari Serpong sampai dengan Pamulang dengan panjang 6,6 Km,” ujar dia.
Jalan Tol Sercin akan terhubung langsung dengan Jalan Tol Kunciran-Serpong yang telah beroperasi sejak Desember 2019. Kemudian diteruskan ke Jalan Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran yang direncanakan juga akan beroperasi tahun 2021 ini. Tujuannya akan mempermudah akses langsung ke Bandara Soekarno-Hatta. (san/gatot)
























