SATELITNEWS.ID, SERANG–Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, berharap di tahun 2021 ini ada pembangunan dua gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayahnya, yakni SDN Pagintungan dan SDN Cijampang. Karena kondisi sekolah tersebut, sudah rusak dan dinilai tidak layak.
Hal itu diungkapkan Ketua PGRI Kecamatan Jawilan, Sugiarto, saat menghadiri reses anggota DPRD Kabupaten Serang, Try Busyaeri Fajrillah, masa persidangan ke 2 Daerah Pemilihan (Dapil) II, Fraksi Partai Berkarya, di gedung PGRI Kecamatan Jawilan, Rabu (24/2).
Sugiarto mengatakan, sarana prasarana sekolah untuk di wilayah Jawilan hingga saat ini memang masih banyak yang perlu dibenahi. Kemudian fisik sekolahnya juga, masih ada yang belum layak untuk digunakan kegiatan pembelajaran.
“Saya selaku Ketua PGRI, mengapresiasi dengan adanya reses anggota dewan dari Partai Berkarya Dapil II. Sehingga mungkin aspirasi kami bisa didengar dan ditindaklanjuti,” kata Sugiarto.
Ia-pun berharap, kedepan nanti dapat dilakukan kegiatan pembangunan sekolah yang ada di wilayahnya. Sehingga pihaknya lebih nyaman, dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah dengan tempat yang bisa dipakai.
“Pengajuan pembangunan sudah ada empat. Tapi yang sangat urgent itu, pertama SDN Pagintungan, SDN Cijampang, masih acak – acakan. Rencananya tahun 2020 mau dibangun, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Saya berharap, tahun 2021 ini terealisasi,” harapnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Banten Minta Kades Optimalkan Banprov Untuk Pembangunan Desa
Sementara, anggota DPRD Kabupaten Serang, Try Busyaeri Fajrillah mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, terkait rencana pembangunan sekolah di wilayah Kecamatan Jawilan, yang kondisinya sudah rusak. Karena sangat miris, terutama SDN Pagintungan yang bangunannya pernah roboh.
“Waktu robohnya itu, saya datang ke lokasi, dan saya langsung komunikasi dengan dinas terkait. Ngomongnya waktu itu akan langsung dibangun. Tapi sampai detik ini, belum,” ungkap Fajrillah.
Pria yang akrab disapa Fajar ini mengaku, belum mengetahui kenapa dan apa alasannya sampai belum dibangun. “Makanya pas ada penyampaian reses dari anggota dewan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), nanti saya akan menyampaikan. Kenapa sekolah itu belum dibangun. Tadi juga pengakuan dari teman – teman dibawah, masih banyak sekolah rusak. InsyaAllah nanti saya juga akan menanyakan, minimal yang sudah di survey,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
























