SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Majelis milik Ustad Yaya (51) dan dapur rumah milik Eroh (52), warga Kampung Pasireurih RT/RW 002/001, Desa Pasireurih, Kecamatan Cipeucang, ludes terbakar, Kamis (25/2) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.
Salah seorang saksi mata, Puad Musadat (45) mengungkapkan, kebakaran yang terjadi itu bermula dari majelis milik ustad Yaya, hingga merambat ke dapur rumah milik ibu Eroh.
“Saya liat itu apinya muncul dari plafon majelis, dari situ api cepat banget membesarnya hingga merambat ke rumah milik Ibu Eroh,” ungkap Puad, Jumat (26/2).
Saat kebakaran, warga sekitar menggunakan alat seadanya untuk memadamkan api, sehingga prosesnya pun lambat. Adapun padam, karena kondisi material majlis dan dapur rumah sudah habis lalap si jago merah.
“Tidak ada pemadam kebakaran. Hanya warga saja yang memadamkan api dengan alat seadanya. Api padam itu sekitar pukul 20.40 WIB. Ya, itu tadi lambat padamnya karena apinya cukup besar dipadamkan seadanya,” jelasnya.
Diduga kebakaran itu terjadi akibat arus pendek listrik. Sebab api datangnya dari plafon majelis, bukan dari bawah atau bersumber dari kompor dan lainnya. “Inimah akibat korsleting listrik pak, itukan apinya menyala dari atas bukan dari bawah,” tandasnya.
Ketua Taruna Siaga Becana (Tagana) Pandeglang, Ade Mulyana membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. “Ya, kami juga sudah ke lokasi untuk membantu korban,” katanya.
Dia memastikan dalam musibah itu tak ada korban jiwa. “Alhamdulillah sudah kami pastikan tak ada korban jiwa,” ujarnya.
Adapun kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai sekitar Rp75 juta. Pasalnya, selain bangunan ada juga barang-barang berharga yang terbakar.
“Bagunan terbakar, pengeras suara, karpet, kitab suci Al-Qur’an, alat-alat dapur dan lainnya. Sehingga kami taksir mencapai sekitar Rp75 juta,” tandasnya. (nipal/aditya)