SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Sudah beberapa waktu belakangan harga cabai di Kota Tangerang mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat pedagang memutar otak agar tetap bisa mendapat keuntungan.
Seperti yang dilakukan oleh pedagang cabai di Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang, Kholifa. Mereka menyiasati kenaikannya dengan cara mencampur cabai rawit merah dan rawit hijau muda.
“Jadi yang campuran harganya Rp110 ribu. Saya campur yang merah sama yang hijau, kuning gini biar pembeli juga nggak merasa terlalu mahal,” ujar salah satu pedagang cabai di Pasar Anyar, Rabu, (03/03).
Kholifa mengatakan, bagi pembeli yang ingin membeli cabai merah tanpa dicampur, dirinya menghargai Rp 130 ribu/Kilogram. Wanita 30 tahun ini mengakui kenaikan harga cabai merah mulai dirasakan bertahap sejak satu bulan lalu dari harga Rp 80 ribu/Kilogram.
“Sebelumnya, sekilo cabai rawit merah itu harganya cuma Rp 80 ribu, sekarang Rp130 ribu. (terkait kenaikan harga) Ya proteslah dengan kenaikan ini, apa lagi (sedang) pandemi Covid-19,” katanya.
Sementara Hariyati (46), pembeli di Pasar Anyar mengaku keberatan dengan kenaikan harga cabai rawit merah. Dirinya mengaku membeli cabai rawit yang dicampur agar tidak terlalu mahal, lantaran dirinya akan melakukan hajatan.
Baca Juga: Tangani Gagal Panen di Pandeglang, Ketua Lakpesdam Usulkan Asuransi Pertanian
“Iya nih kebetulan mau ada hajatan, jadi pengen beli cabai yang banyak gitu. Ya saya campur aja beli cabai biasa sama cabe rawit,”katanya.
Hariyati berharap agar pemerintah turut campur tangan mengendalikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok agar tetap terkendali sak tidak memberatkan rakyat. “Biar cepet turun, biar seperti kemarin (harganya), jadi tidak memberatkan masyarakat,” jelasnya.
Kepala Bidang Perdagangan untuk Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Tangerang, Eni Nuraeni menyampaikan kenaikan harga cabai disebabkan oleh cuaca buruk yang menyebabkan gagal panen.
“Kalau saya tanya dari pasar induknya sekitar Rp 90 ribu lebih dijualnya Rp 110 ribu. Kita diuntungkan ada pasar induk, artinya barang ada meski ada kenaikan. Kenapa ? karena salah satunya cuaca tidak menentu mungkin gagal panen bisa, terus panas terus hujan lagi. Kan saya nanam cabai jadi nih jadi pada keriting,” jelasnya.
Eni mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Termasuk pula dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Kementerian Perdagangan. Untuk sementara stok cabai masih aman meski mengalami kenaikan. “Untuk sementara ini masih aman,” kata dia. (irfan/made)
























