SATELLITNEWS.ID, TANGERANG—Ikan gabus biasanya dikonsumsi. Namun, ikan yang banyak dijumpai di rawa-rawa itu kini naik kelas menjadi ikan hias.
Hal tersebut nampak pada pameran ikan gabus yang berlangsung di Metropolis Mal Tangerang. Pameran itu menampilkan ikan gabus dengan harga hingga puluhan juta rupiah.
Pameran ini pun berhasil mengundang hingga 2.000 orang dalam dua hari. Bahkan pengunjung atau peserta pemeran ini bukan hanya berasal dari wilayah Tangerang saja.
Kendati di masa pandemi Covid-19 pameran ini digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Ikan yang ditampilkan dalam pameran ini memiliki nama ilmiah Channa Striata, bukan gabus biasa. Namun, gabus yang berasal dari berbagai habitat di Indonesia.
Para pengunjung pameran banyak yang melirik gabus dari Kalimantan. Gabus ini menjadi primadona dan banyak diburu para penggemar. Dalam kompetisi Chana ini, ikan gabus yang ditampilkan diantaranya Yelow Sentrarum, Red Borneo, Asia Tica, Aurenti, dan Blue Pulcra.
Ikan-ikan tersebut adalah jenis ikan lokal yang harganya sampai dengan Rp 60 juta. Untuk jenis Maru, yang termahal biasanya berasal dari Kalimantan, Jambi, dan Sumatera. Ikan-ikan tersebut, mempunyai sisik yang indah dan juga langka. Karena itu, harganya mahal. Di pasaran, harga bergantung dari panjangnya ikan.
Baca Juga: IndoBuildTech Expo 2025 Part 2 Jadi Ajang Strategis Interaksi Bisnis Global
Panita pelaksana Reza mengatakan, event Chana Maru ini digelar sebagai wadah untuk mengumpulkan para pecinta ikan gabus dalam menghadapi pandemi. “Event ini kita buat untuk mengembangkan dan juga sebagai wadah para pecinta ikan gabus. Pecinta gabus ini tidak kalah dengan pecinta cupang maupun arwana dan ikan lainnya,” ungkapnya Senin (15/3).
Reza menambahkan, ikan yang ditampilkan mempunyai keunikan tersendiri. Bahkan dari warna dan juga jenisnya bisa menjadi ikan yang mahal. Dan gabus yang ditampilkan adalah jenis pilihan. Bukan sekadar ikan gabus biasa.
“Untuk harga, paling murah Rp 300 ribu dan paling tinggi Rp 60 juta. Tetapi tergantung jenis dan juga asal ikan tersebut. Untuk ikan dari Kalimantan, Riau dan Sumatera harganya tinggi karena mereka masuk dalam katagori jenis lokal,”paparnya.
Ia menjelaskan, ikan local juga tidak kalah harganya dengan ikan jenis dari luar negeri seperti Thailand. Bahkan, gabus lokal jika sampai ke luar negeri bisa mencapai ratusan juta rupiah, karena memang sangat dicari para kolektor.
“Jenis lokal itu dilihat dari warna, bentuk, sisik, dan jenisnya. Maka itu tidak heran, jenis lokal kita mahal harganya, karena memang di luar negeri banyak dicari dan sangat langka,” ungkapnya.
Ilham salah seorang peserta kontes yang juga sekaligus penjual Chana mengaku senang dengan adanya event tersebut. “Ya senang aja di masa pandemi ini kita masih tetap bisa survive. Terus juga kita sekaligus mempromosikan bahwa ikan jenis ini yang ada di Indonesia tidak kalah menarik dengan ikan dari luar negeri,” ungkapnya.
Baca Juga: IndoBuildTech Expo 2025 Resmi Dibuka, Targetkan Tarik 135 Ribu Pengunjung
Menurut dia acara seperti ini harus sering dilakukan. Apalagi tidak sedikit jenis ikan gabus unik yang ada di Indonesia.
“Kalau kita sering adakan pameran pasti banyak yang melirik. Dan saya yakin hal itu membuat produk lokal tidak kalah menarik dengan luar,” tukasnya. (irfan/gatot)
























