SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Pemerintah memberikan kelonggaran alias tidak melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran meski masih dalam kondisi pandemi. Rupanya, kabar tersebut disambut baik oleh sejumlah perusahan angkutan di Kabupaten Lebak.
Salah satunya, Perusahaan otobus (PO) di Kabupaten Lebak menyambut baik kelonggaran yang diberikan pemerintah yang tidak melarang masyarakat untuk melakukan mudik lebaran. Namun, karena masih dalam kondisi pandemi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan merancang sejumlah kebijakan terkait penyelenggaraan angkutan Lebaran 2021. “Kami berbangga hati mengenai putusan pemerintah yang mengizinkan mudik Lebaran tahun ini. Ini adalah kabar gembira buat kami sebagai PO bus,” kata Manajemen PO Rudi, Pipit Chandra, kemarin.
Dampak pandemi cukup dirasakan disektor transportasi umum bus baik Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), karena kebijakan pemerintah dengan pembatasan-pembatasan yang dilakukan. Meski armada tak beroperasi, kata mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakuat Daerah (DPRD) Lebak ini, perusahaan harus tetap mengeluarkan biaya operasional dan pemeliharaan.
“Semoga dengan diizinkannya mudik pada tahun ini, jadi momentum agar angkutan usaha bisa kembali bergeliat. Walaupun kita menyadari bahwa pandemi belum selesai,” ujar Pipit. Dia memastikan, perusahaan akan sejalan dengan pemerintah saat dimulainya angkutan Lebaran untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes).
“Kalau itu pastinya ya, kami akan patuh dan menerapkan anjuran pemerintah terkait prokes. Karena ini menjadi bagian penting sebagai upaya kita bersama mencegah penularan Covid-19,” terang Pipit. Kemudian Pipit memperkirakan, jumlah armada yang akan diturunkan untuk angkutan Lebaran nanti, ditambah 30 persen dari jumlah armada pada masa pandemi. Jumlah itu untuk melayani 7 rute AKAP dan AKDP.
“Dari 25 unit mungkin ditambah menjadi 35-40 unit dengan rute Bayah-Cimone, Bayah-Kalideres, Rangkas-Kalideres, Rangkas-Bandung, Rangkas-Bogor, Cisimeut-Kalideres. Semoga keputusan ini tidak berubah dan semoga penumpang ramai, karena kalau mengandalkan sehari-hari masih jauh dari maksimal,” katanya.(mulyana/made)
Baca Juga: Tekan Subsidi BBM Rp300 T, Pengembangan Transportasi Massal Dikebut
























