SATELITNEWS.ID, CIKUPA—Kobaran api yang menghanguskan 3 gedung pabrik cat milik PT. Futanlux Chemitraco, Rabu (24/3) malam, diduga akibat korsleting listrik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Kosrudin mengungkapkan, api yang membakar gedung laboratorium dan produksi milik PT. Futanlux Chemitraco sangat besar. Api pertama muncul di ruang laboratorium pada pukul 18.15 WIB. Namun karena di dalam gedung terdapat bahan-bahan yang sangat mudah terbakar seperti tiner, api sangat cepat merembet ke gedung sebelahnya.
Di area pabrik saat itu hanya ada dua orang, yaitu penjaga gedung dan seorang satpam. Saat kejadian, dua orang saksi itu mencoba memadamkan api dengan menggunakan Apar, namun api terus semakin membesar. Sehingga keduanya menelpon pihak pemadam kebakaran.
“Berdasarkan keterangan saksi, api tiba-tiba saja muncul di ruang laboratorium. Dan merembet ke gedung lainnya. Ada tiga gedung yang terbakar, dengan luas 4.000 m²,” kata Kosrudin kepada Satelit News, Kamis (25/3).
Pihak pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 18.50 dan api sudah menyelimuti tiga gedung pabrik. Pertama petugas pemadam datang dengan membawa 5 unit mobil pemadam, yakni 1 unit dari Pos Pasar Kemis, 1 unit Pos Cikupa, 2 dari Mako, dan 1 unit dari Pos Kelapa Dua.
Namun karena api masih sulit untuk ditaklukan, tim pemadam memanggil bantuan dari Pos Sepatan dan Balaraja. Sehingga ada 7 unit yang memadamkan api. Namun perjuangan keras tak kunjung juga membuat api padam, sehingga tim meminta bantuan BPBD Kota Tangerang dan diturunkan 4 unit pemadam dari Kota Tangerang.
Baca Juga: Rumah Dua Lantai Terbakar di Pondok Aren, Kerugian Ditaksir Capai Rp500 Juta
“Dari Kabupaten Tangerang sendiri menerjunkan 7 unit mobil pemadam. Sementara dari Kota Tangerang 4 unit mobil pemadam. Total ada 11 unit mobil pemadam,” jelas Kosrudin.
Meski sudah diterjunkan 11 unit mobil pemadam, api masih sangat sulit untuk ditaklukan. Namun berkat usaha yang gigih, api akhirnya berhasil dipadamkan pukul 5.35 WIB. Setelah api padam dan tim beristrahat, pada pukul 09.00 WIB timbul percikan api kecil, dengan sigap tim langsung memadamkan api tersebut.
Menurut Kosrudin, tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam kejadian tersebut. Kata dia, kerugian masih dalam proses perhitungan oleh sang pemilik yang bernama Jefri.
“Kita tidak mengetahui jumlah karyawan dan kerugian juga masih dalam perhitungan, dengan pemilik,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























