Senin, 7 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Pembangunan Sodetan Dinilai Langgar UU Lingkungan

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Selasa, 30 Mar 2021 08:05 WIB
Rubrik Banten Region, Kabupaten Serang
Pembangunan Sodetan Dinilai Langgar UU Lingkungan

UNJUK RASA: Sejumlah massa aksi yang merupakan gabungan elemen masyarakat, berunjuk rasa menolak pembangunan sodetan sungai, yang di fungsikan untuk mengaliri air dari Sungai Ciujung Baru (Kali Jongjing) ke Sungai Ciujung Lama, Senin (29/3). Karena pencemaran yang selama ini terjadi di Ciujung Baru, berpotensi menyebar ke sepanjang Sungai Ciujung Lama. (SIDIK/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, SERANG–Sejumlah elemen masyarakat Serang Utara, berunjuk rasa menolak pembangunan sodetan sungai, yang di fungsikan untuk mengaliri air dari Sungai Ciujung Baru (Kali Jongjing) ke Sungai Ciujung Lama, Senin (29/3). Karena pencemaran yang selama ini terjadi di Ciujung Baru, berpotensi menyebar ke sepanjang Sungai Ciujung Lama.

Unjuk rasa digelar di Desa Puser, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Sejumlah elemen masyarakat gabungan yang turut dalam unjuk rasa itu antara lain, Ciujung Institute (CI), Gerakan Mahasiswa Serang Utara (GAMSUT), Forum Pemuda Desa (FPD), Dewan Aktivis Serang Utara (DAKSARA), Forum Kebangkitan Petani Dan Nelayan (FKPN), Kaukus LH Serang Raya, Riung Hijau.

Kemudian, Linggih Studio, TTKDH Pontang, KESTI Pontang, Pancer Mangrove, LMPI Tirtayasa, Pemuda Pancasila (PP. Pontang), Pemuda Pancasila (PP. Tirtayasa), PP Lebak Wangi, PP Tanara, PP Carenang, BPKB Pontang, Badan Pengelolaan Aset Negara (BPAN Pontang), Pencak Silat Serang Utara, Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Serang, PC PMII Kabupaten Serang, Gerakan Pemuda Serang (GPS) dan seluruh warga Bantaran Sungai Ciujung Lama.

Koordinator Aksi, Imron Nawawi mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, pembangunan sodetan (Intake) Sungai Ciujung menuai banyak protes keras dari berbagai elemen masyarakat, serta organisasi lingkungan hidup disepajang sudut – sudut Desa se-Serang Utara-Banten.

Pembangunan sodetan sungai yang difungsikan untuk mengaliri air dari Sungai Ciujung Baru (Kali Jongjing) ke Sungai Ciujung Lama (Kali Asin), dianggap sebagai sebuah tindakan ceroboh dan sangat bertentang dengan harapan masyarakat bantaran sungai.

“Sungai Ciujung Baru (Kali Jongjing), yang sudah tercemar limbah akan mengalirkan airnya ke Sungai Ciujung Lama (Kali Asin), melalui saluran sodetan (Intake). Bila pembangunan sodetan tetap dilakukan, maka potensi pencemarannya akan menyebar disepanjang Sungai Ciujung Lama,” kata Imron, Senin (29/3).

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Kepung DPRD Pandeglang, Gapura Bambu jadi Sasaran Pembakaran

Dengan kata lain menurut Imron, ini merupakan upaya pembagian limbah dari Sungai Ciujung Baru ke Sungai Ciujung Lama. “Potensi terberat dan terburuk sepanjang sejarah, adalah sungai Ciujung Lama akan menjadi objek pencemaran baru, yang dapat menghancurkan ekosistem dan biota sungai sampai ke ujung muara Sungai Kampung Cerocoh, Desa Domas, Kecamatan Pontang,” tuturnya.

Ditambahkannya, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidurian dan Cidanau (BBWS–C3) berdalih, akan menampung air hasil sodetan ke sebuah lagon (bak penampungan air), yang kemudian akan dikelola oleh PDAM. Tetapi masalahnya adalah, sumber air hasil sodetan tersebut berasal dari Sungai Ciujung Baru (Kali Jongjing), yang statusnya dalam keadaan tercemar dan sangat tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.

BeritaTerbaru

APEL SIAGA GABUNGAN - Menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, yang menyebabkan sebaran abu vulkanik, Pemkab, Forkopimda dan jajaran unsur terkait lainnya, menggelar apel siaga gabungan, Senin (7/9/2026). (ISTIMEWA)

Kodim 0601/Pandeglang Siagakan Personel guna Antisipasi Dampak Erupsi GAK

Senin, 7 Sep 2026 10:26 WIB
BAGIKAN MASKER -- Personel TNI dan petugas Puskesmas Pagadungan, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, bagikan masker, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)

Bagikan 1.000 Masker, Personel Koramil 0102/Cadasari Pandeglang Minta Masyarakat Tak Panik

Minggu, 6 Sep 2026 21:36 WIB
Gubernur Banten Andra Soni, meninjau aktivitas GAK di PVMBG, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)

Pemprov Banten Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 6 Sep 2026 21:14 WIB
SELFI : Gubernur Banten Andra Soni bersama dengan generasi muda pencari kerja, selfi di BBPVP, beberapa waktu lalu. Program pemagangan kerja yang digagas Pemerintah Pusat, untuk mengatasi TPT minim peminat. (ISTIMEWA)

Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar

Minggu, 6 Sep 2026 20:21 WIB

“Sungai Ciujung Baru, tetap dalam keadaan tercemar. Baik pada saat musim penghujan ataupun musim kemarau. Jadi, tidak ada sejengkal alasan apapun untuk mengalirkan air dari Sungai Ciujung Baru yang tercemar limbah, ke Sungai Ciujung Lama,” tandasnya.

Sungai Ciujung Lama menurutnya, selama ini menjadi harapan terakhir masyarakat Serang Utara, yang diperuntukan untuk berbagai kebutuhan sehari – hari, khususnya Mandi, Cuci dan Kakus (MCK).

Bila proyek pembangunan sodetan ini tetap dilakukan tegasnya lagi, maka BBWS–C3 telah melanggar Undang – Undang (UU) Nomor 9 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta tidak mengindahkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 tahun 2001, tentang Klasifikasi dan Baku Mutu Air.

“Masyarakat secara umum, mendukung proses normalisasi Sungai Ciujung Lama yang sedang memasuki tahap ke – II pembangunan. Tetapi, sudah menjadi hal yang wajib ditolak !, apabila normalisasi sungai dibarengi dengan pembangunan sodetan (Intake), yang akan menimbulkan dampak kerusakan lingkungan hidup bagi 14 desa yang berada disepanjang Sungai Ciujung Lama,” terangnya.

Baca Juga: BEM Banten Bersatu Demo Kantor Gubernur, Ini Tuntutannya

Atas dasar itu, kata Imron, pihaknya yang tergabung dari berbagai organisasi lingkungan hidup dan organisasi sosial kemasyarakatan di Serang Utara, ingin menghentikan proyek pembangunan sodetan Sungai Ciujung.

“Intinya, kami tegaskan kembali, menolak dan hentikan pembangunan sodetan (Intake) Sungai Ciujung,” imbuhnya.

Selain berorasi, sejumlah massa aksi lainnya menacungkan poster dan membentangkan spanduk yang berisi tuntutan. Kemudian, setelah dirasa cukup menyampaikan aspirasinya, massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciujung Lama dan Organisasi Lingkungan Hidup, ancam berunjuk rasa. Mereka akan menuntut Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidurian dan Cidanau (BBWS-C3), untuk menutup pembangunan Intake (sodetan) Sungai Ciujung.

Ketua Kaukus Lingkungan Hidup Serang Raya, Anton Susilo mengatakan, seluruh elemen organisasi dan masyarakat bantaran Sungai Ciujung Lama, telah melakukan pertemuan. Hasilnya disimpulkan dan disepakati, dari seluruh keterwakilan organisasi dan masyarakat Bantaran Sungai.

“Kami warga bantaran Sungai Ciujung Lama beserta organisasi lingkungan hidup, organisasi sosial kemasyarakatan, elemen petani dan nelayan disepanjang Sungai Ciujung Lama, akan berunjuk rasa menuntut Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidurian dan Cidanau (BBWS-C3), untuk menutup dan menyetop pembangunan sodetan Sungai Ciujung,” kata Anton, Sabtu (27/3).

Sebagaimana diketahui katanya, pembangunan sodetan Sungai Ciujung Baru (Kali Jongjing) yang tercemar limbah, adalah sebuah tindakan yang bertentangan dengan prinsip dan etika lingkungan hidup. Sebab, apabila air dari sungai Ciujung Baru yang tercemar limbah dan dialirkan ke Sungai Ciujung Lama, itu berarti membagi limbah untuk mencemari sungai yang masih terjaga kualitas airnya.

“Oleh karena itu, kami masyarakat bantaran Sungai Ciujung Lama dan seluruh elemen organisasi di Serang Utara, akan berunjuk rasa yang diawali dengan Long March (jalan kaki) dari Desa Singarajan menuju titik lokasi pembangunan sodetan (Desa Puser, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten). Aksi (unjuk rasa) akan dilakukan Senin, 29 Maret 2021 (hari ini,red) pukul  09.00 WIB sampai dengan selesai,” tuturnya.

Menurutnya, sudah menjadi tanggungjawab bersama warga bantaran Sungai Ciujung Lama, untuk melindungi biota sungai beserta sanak saudara dari ganasnya limbah Sungai Ciujung Baru (Kali Jongjing), yang akan dialirkan ke Sungai Ciujung Lama.

“Terimakasih atas keterlibatan dan kesadaran para warga bantaran sungai, serta seluruh elemen organisasi di Serang Utara, dimanapun berada. Semoga ini menjadi langkah pemersatu seluruh komponen dalam melakukan perjuangan,” pungkasnya.

Ketua Bidang Etika Lingkungan Hidup Ciujung Institute (CI), Ahmad Muhajir, sebelumnya mengatakan, pihaknya sangat setuju dan akan terus mendukung kegiatan normalisasi sungai tersebut. Namun menurutnya, kalau untuk pembangunan Saluran Penampungan Air Baku yang menghubungkan antar Sungai Ciujung Baru (Kali Jongjing), yang sudah tercemar Limbah ke Sungai Ciujung Lama (Kali Mati), ini yang akan menjadi masalah baru bagi warga yang tinggal dibantaran sungai.

“Kalau CI sangat setuju, dan akan terus mendukung normalisasi sungai,” kata Muhajir. (sidik/mardiana)

Tags: langgar UUpembangunanunjuk rasa
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Galang Donasi dari Lebak untuk Korban Gempa NTT
Banten Region

Galang Donasi dari Lebak untuk Korban Gempa NTT

Minggu, 6 Sep 2026 20:17 WIB
Kepala Dindikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto. (ISTIMEWA)
Banten Region

Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR

Minggu, 6 Sep 2026 20:14 WIB
BERSIHKAN ABU -- Seorang warga di Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, sedang membersihkan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata

Minggu, 6 Sep 2026 20:10 WIB
TPS Liar Cirabit Lebak Dibersihkan
Banten Region

TPS Liar Cirabit Lebak Dibersihkan

Minggu, 6 Sep 2026 20:05 WIB
BAGIKAN MASKER - Tim Nakes dan pegawai Puskesmas Labuan bersama relawan, membagikan masker kepada pengendara yang melintas, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Petugas Puskesmas Labuan Pandeglang Bagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 20:04 WIB
Truk Fuso Hantam Pengangkut Sapi di Lebak, 2 Ekor Luka Berat, 6 Kabur
Banten Region

Fuso Hantam Truk Pengangkut Sapi di Lebak, 2 Ekor Luka Berat, 6 Kabur

Minggu, 6 Sep 2026 19:20 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

DLH Tangsel Gelar Uji Emisi Gratis, Targetkan 500 Kendaraan Per Hari

DLH Tangsel Gelar Uji Emisi Gratis, Targetkan 500 Kendaraan Per Hari

Selasa, 1 Sep 2026 18:03 WIB
Sekda Banten, Deden Apriandhi Hartawan. (ISTIMEWA)

Tidak Tahu Bantuan RTLH Berkurang, Sekda Banten Pastikan Evaluasi DPRKP

Rabu, 2 Sep 2026 20:21 WIB
TKA SMK di Kabupaten Tangerang Disosialisasikan, Sekolah Diminta Bersiap

TKA SMK di Kabupaten Tangerang Disosialisasikan, Sekolah Diminta Bersiap

Rabu, 2 Sep 2026 18:04 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 1 September, Cek Lokasinya

Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Jumat 4 September, Cek Lokasinya

Jumat, 4 Sep 2026 07:24 WIB
Dislipidemia dan Obesitas Jadi Temuan Tertinggi CKG di Kota Tangerang

Dislipidemia dan Obesitas Jadi Temuan Tertinggi CKG di Kota Tangerang

Rabu, 2 Sep 2026 14:05 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.