SATELITNEWS.ID, SERANG–Gubernur Banten Wahidin Halim (WH), berdialog dengan para investor dan pelaku usaha di kawasan industri modern Cikande, di salah satu hotel di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Selasa (30/3).
Dialog tersebut bertujuan, untuk menyerap aspirasi, saran dan masukan dari para pelaku usaha dan investor, sehingga Provinsi Banten menjadi wilayah yang aman dan nyaman untuk berinvestasi dan berusaha. “Saya senang bisa bertemu Bapak/Ibu sekalian. Tujuan saya adalah, ingin menyerap informasi. Saya tahu, kondisi perekonomian saat ini mengalami konstraksi,” kata Gubernur, Selasa (30/3).
Menurutnya, pengusaha adalah salah satu mitra pembangunan Pemprov Banten. “Kalau perusahaan maju, berarti ekonomi daerah juga maju,” tandasnya.
Gubernur juga menegaskan, dialog atau pertemuan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi, saran dan masukan dari para pelaku usaha dan investor, sehingga Provinsi Banten menjadi wilayah yang aman dan nyaman untuk berinvestasi dan berusaha.
“Ini yang menjadi perhatian, Provinsi Banten sangat nyaman untuk melakukan investasi. Kita bertemu tidak dalam kontek ingin atau minta sesuatu. Semangat saya, anti korupsi,” tambahnya.
Ditambahkannya lagi, sangat penting sekali aspirasi dari para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam membangun Provinsi Banten. Kalau semua pihak jujur dan memiliki mentalitas baik, Gubernur berkeyakinan Provinsi Banten tidak kalah dengan daerah lain.
Baca Juga: Pengajuan Usulan Pokir 2027 DPRD Lebak Lebih dari 300 Titik
“Kita menjadi daerah yang mendapat penghargaan dari KPK, dalam pencegahan korupsi. Tata kelola keuangan juga semakin baik, dengan diraihnya WTP empat kali berturut-turut,” tegas Gubernur.
Angka kemiskinan Provinsi Banten, menurutnya, terendah ke dua sePulau Jawa atau ke enam terendah Nasional. “Ini juga peran pengusaha,” ucapnya.
Sementara, Direktur Kawasan Industri Modern Cikande, Pascal Wilson mengungkapkan, dari 3.700 hektar luas lahan Kawasan Industri Modern Cikande, saat ini telah dikembangkan 1500 hektar. Adapun perusahaan yang sudah masuk, sebanyak 265 perusahaan yang bergerak dari industri baja hingga food baverage, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 35 ribu orang.
“Dalam waktu dekat, akan dikembangkan fasilitas IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah) dan Rumah Sakit tipe B,” ungkap Wilson.
Turut hadir dalam dialog tersebut, Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Mahdani, Kadisnaker Provinsi Banten, Al Hamidi, Kadisperindag Provinsi Banten, Babar Suharso, Plt. Kadis DLHK Provinsi Banten, Wawan Gunawan, Kepala Bapenda Provinsi Banten, Opar Sohari, Karo Ekbang Provinsi Banten, Ahmad Syaukani, Karo Adpim Provinsi Banten, Beni Ismail, serta para tamu undangan. (sidik/mardiana)
























