SATELITNEWS.ID, LEBAK–Banjir yang merendam permukiman serta ratusan persawahan di tiga desa yang berada di pinggir Tol Serang – Panimbang, yakni Desa Cisangu, Desa Bojongcae dan Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Sabtu (3/4) menjadi bumerang bagi warga setempat. Pasalnya, sejak keberadaan proyek stragetis milik pemerintah pusat tersebut dinilai menjadi faktor utama bencana tersebut.
Sejumlah anggota DPRD Lebak pun angkat bicara dan meminta pemerintah untuk segera mencari solusi agar bencana tersebut tidak meninggalkan duka berlarut-ralut.
Salah satunya permintaan itu datang dari Enden Mahyudin. Kata politisi PDI Perjuangan ini, pemerintah pusat dan daerah untuk mengambil langkah untuk mengatasi persoalan itu.
“Ketika hujan deras maka kondisinya seperti itu (terendam-red), karena saluran air yang belum tersedia. Saya minta pusat dan daerah segera ambil langkah strategis agar masyarakat tidak lagi kena dampaknya,” kata, kemarin.
Langkah strategis itu perlu dilakukan menurut Enden, agar setiap proyek strategis nasional tidak meninggalkan persoalan baru di kemudian hari. Sebab, dampaknya selain memberikan tidak nyaman juga bisa berdampak pada perekonomian khususnya masyarakat petani sawah.
“Di samping kami mengapresiasi keberadaan jalan tol, tapi kami mohon kepada Pak Jokowi agar dipikirkan langkah-langkah selanjutnya. Ketika tol ini selesai tapi tidak meninggalkan persoalan yang prinsip yang dampaknya dirasakan langsung masyarakat,” pinta Enden.
Baca Juga: Massa Desak Juwita Mundur dari Ketua DPRD Lebak
Kemudian, Enden meminta pemerintah memikirkan nasib masyarakat yang terancam gagal panen akibat sawah mereka terendam air. Pasalnya, pertanian tersebut menjadi mata pencaharian warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Karena masyarakat tidak bisa panen, saya harap pemerintah pusat bisa memberikan kompensasi kepada masyarakat yang sawahnya terendam. Saya kira ini yang harus dipikirkan bersama, khususnya oleh pemerintah pusat,” harapnya
Seorang warga Perumahan Mandala, Kecamatan Cibadak, Ikbal mengaku, banjir tahun ini dampaknya cukup dirasakan. Sebab, banjir-banjir sebelumnya tidak separah dengan sekarang. “Setiap hujan banjir tapi tidak separah saat ini. Biasanya, banjir sepintas doang, tapi kali ini banjirnya cukup lama dan merendam rumah,” kata Ikbal.
Katanya, saluran air yang tersendat akibat adanya proyek tol Serang-Panimbang menjadi salah satunya faktor utama. Sebab, sebelum ada proyek tersebut banjir tidak parah.
“Kami berharap, tidak meninggalkan duka keberadaan proyek tersebut. Pemerintah harus segera mengambil langkah bagaimana caranya luapan saluran irigasi ini tidak merendam rumah warga,” imbuhnya.(mulyana/made)
























