SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak akan menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka bagi SD dan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Agenda ini rencananya mulai digelar 14 April 2021 mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, keputusan belajar secara tatap berdasarkan rapat koordinasi setelah melihat kasus penyebaran serta kegiatan vaksinasi Covid-19. Namun, dalam pelaksanaannya, akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, guna menghindari penyebaran virus Covid-19 khususnya di klaster sekolah itu.
“Belajar secara tatap muka ini dilakukan secara bertahap mulai tanggal 14 April di beberapa sekolah yang sudah siap. Terutama di daerah hijau penyebaran Covid-19,” kata Wawan, kemarin.
Dari jumlah sekolah di Kabupaten Lebak sebanyak 991 sekolah yang terdiri 775 SD, dan 216 SMP, Wawan mengaku sudah 100 persen siap untuk melakukan belajar secara tatap muka dengan syarat penerapan prokes.
“Sekolah di Lebak sudah 100 persen siap, bahkan saya dorong beberapa sekolah khususnya di pelosok daerah untuk melakukan belajar tatap namun dengan menerapkan prokes,”ujarnya.
Katanya, selain kesiapan prokes di lingkungan sekolah serta didukung dengan para tenaga pengajar yang sudah menjalani vaksinasi, bisa memberikan kelancaran dan bisa menghilangkan rasa cemas berlebihan soal penyebaran Covid-19.
Baca Juga: 407 Pelajar SD dan SMP di Lebak Adu Prestasi dalam Ajang O2SN
“Alhamdulilah guru juga sudah divaksin, tinggal kini menunggu persetujuan dari para orangtua murid. Apakah mereka setuju anak-anaknya belajar tatap muka atau tetap daring,”imbunya.
Kabar akan digelarnya belajar secra tatap muka menjadi kabar baik bagi para orangtua. Pasalnya, selama belajar menggunakan daring kerap dikeluhkan yang dinilai kurang efektik. Intan salah satunya, ibu dua anak ini mengaku gembira dan siap menghadapi KBM secara tatap muka.
“Kalau belajar disekolah lebih efektif ketimbang di rumah, belajar sebentar selanjutnya main HP. Soal prokes diharapkan pihak sekolah dan para orangtua sudah menyiapkan,” pungkasnya.(mulyana/made)
