SATELITNEWS.ID, SERANG–Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, sebagai bantuan bagi masyarakat dimasa pandemi Covid-19, hanya disalurkan sampai bulan April. Warga Kabupaten Serang yang menerima bantuan tersebut, sebanyak 120 KPM.
Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang, Sri Rahayu Basukiwati mengatakan, BST memang hanya diberikan sampai bulan April atau empat bulan untuk tahun 2021. Hal tersebut, sesuai dengan arahan Kemensos yang sudah diberitahukan sejak awal.
“Dari awal, rencananya sampai April. Kita nggak tahu rencana pusat nantinya seperti apa,” kata Sri Rahayu Basukiwati, saat ditemui di kantornya, Senin (12/4).
Katanya, sampai saat ini yang belum dibagikan hanya bantuan untuk bulan April saja. Sedangkan untuk yang lainnya, sudah dilakukan. “Yang April belum dibagikan. Karena kaitan setiap minggu, data harus divalidasi terus. Karena tadinya, banyak NIK yang tidak valid dan tidak ketemu. Makanya, harus kerjasama dengan Disdukcapil. Sekarang sudah pendataan NIK, harus sesuai dengan Kemendagri. Kalau Kemendagri tidak terdaftar tidak bisa terdeteksi,” terangnya.
Terkait penyaluran bantuan yang hanya sampai April, tambahnya, masyarakat sudah tahu dengan informasi tersebut. Sebab sudah banyak berita, yang menyampaikan informasi. “Saya kira tahu, karena memang berita dari awal dan dari PT POS juga bahasanya sampai April,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, total penerima bantuan BST ada 120 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan besaran per orang Rp 300 ribu. Dengan berhentinya bantuan tersebut, saat ini Pemkab Serang juga belum bisa memberikan bantuan kepada masyarakat.
“Belum ada sampai saat ini. Bukan belum dianggarkan, memang untuk kegiatan rutin dan yang harus dilaksanakan saja, harus berhitung dulu kita. Maunya membantu, tapi ada keterbatasan,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Desa (Kades) Ragas, Masigit, Kecamatan Carenang, Fadli mengatakan, BST dari Dana Desa (DD) juga sudah hampir empat bulan, belum juga cair. Menurutnya, masyarakat ke sudah banyak yang menanyakan.
“Sekarang belum cair-cair dari Dana Desa, paling nanti di rapel,” tuturnya. (sidik/mardiana)