SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Bencana kebakaran kembali terjadi. Kali ini yang terbakar dua rumah milik warga Kampung Cirumput RT/RW 002/001, Desa Karyautama, Kecamatan Cikedal, Kamis (15/4). Kedua rumah yang terbakar sekitar pukul 10.00 WIB itu, kondisi satu rumah rata dengan tanah dan satu rumah lagi mengalami rusak berat.
Api yang membakar itu pertama kali muncul dari rumah milik Suhiman (38), karena lokasinya yang cukup berdekatan api juga merambat apir merambat ke rumah milik Oneng Hidayat hingga menghanguskan sebagian rumah.
Pemilik rumah yang terbakar hingga rata dengan tanah, Suhiman mengatakan, saat kejadian posisi dirinya berada tidak jauh dari rumah. Namun dirinya tidak menyadari terjadi kebakaran dan baru tahu ketika api sudah membesar, serta menghanguskan tempat tinggalnya.
“Posisi saya tidak jauh dengan rumah, paling dengan jarak sekitar 10 meter, karena sedang menjemur ayam. Tiba-tiba ada suara kaya petasan, tapi saya tidak sadar waktu itu. Eh, pas melihat ke belakang kaget api sudah besar membakar rumah saya,” kata Suhiman, Kamis (15/4).
Pemilik rumah lainnya, Yayah mengaku, pada saat kejadian ia ada di dalam rumah, sedang membuatkan susu untuk anaknya. Namun seketika ia kaget, karena di luar rumah banyak yang berteriak ada kebakaran.
Dari teriakan warga itulah, dia langsung keluar rumah. Bahkan ia baru menyadari bahwa rumahnya ikut terbakar pada saat membuka pintu.
“Jadi lagi bikin susu di dalam rumah, tiba-tiba ada suara katanya kebakaran pas saya keluar api sudah membesar. Makanya saya selamatkan anak-anak dulu dibawa keluar karena kebetulan anak saya lagi pada tidur,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana mengatakan, dugaan awal kebakaran diakibatkan dari korsleting listrik di rumah milik Suhiman dan merambat ke rumah milik Yayah.
Saat ini kondisi para korban dipastikannya dalam keadaan baik dan sudah mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak jauh dari lokasi kejadian. “Tidak ada korban tapi kerugian ditaksir sampai seratus juta. Para korban sudah mengungsi dan kami sedang melakukan pendataan untuk mengajukan bantuan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, diduga gara-gara lupa mematikan sisa obat nyamuk bakar, membuat rumah semi permanen milik Iin Indriyani (34), warga Kampung Kadu Kampeng RT/RW 013/007, Desa Kawoyang, Kecamatan Carita, ludes terbakar, Rabu (14/4), sekitar pukul 10.30 WIB.
Salah seorang warga, Marsif mengungkapkan, api bermula terlihat dari dalam kamar rumah tersebut. Warga yang melihat langsung berteriak dan mencoba memadamkannya. Namun karena rumah semi permanen, api begitu cepat menjalar kebagian lainnya hingga terlihat besar dan sangat sulit dipadamkan.
“Kami benar-benar kesulitan memadamkannya, karena apinya makin merambat ke bagian lain dan membesar. Iya hanya warga yang mencoba memadamkannya,” kata Marsif, Rabu (14/4). (nipal/aditya)