SATELITNEWS.ID, SERANG–Tahun 2021 di triwulan pertama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat, terjadi sebanyak 104 kejadian bencana. Dari jumlah tersebut, didominasi oleh bencana banjir dan kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma menyatakan, untuk bencana kebakaran disebabkan oleh human error. Menurutnya, semakin banyak jumlah penduduk, maka semakin banyak jumlah bangunan semakin banyak. Sehingga, rentan terjadi kebakaran.
“Kenapa kebakaran tinggi, karena human error, misalnya instalasi listrik yang tidak terkontrol, penyimpanan barang yang mudah terbakar disembarang tempat, kemudian ketika padam listrik menyalakan lampu dimana saja,” kata Nana, saat ditemui di kantornya, Kamis (22/4).
Kebakaran tersebut menurut Nana, paling banyak terjadi di wilayah padat penduduk. “Seperti Cikande. Tapi Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” tuturnya.
Kemudian untuk bencana banjir, kata Nana, diakibatkan oleh cuaca ekstrim dan ditunjang dengan drainase yang kurang baik. Banjir ini paling banyak, terjadi alur Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung, Rawa Danau dan Cidurian.
“Tahun ini kan cuacanya tidak stabil, kadang panas, terus hujan. Jadi cuaca ekstrim, terus drainase kurang baik. Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan kurang, dan sungai sungai yang mulai dangkal,” ujarnya.
Baca Juga: Musim Kemarau DSDABMBK Tangsel Kebut Normalisasi Sungai
Namun Nana memastikan, BPBD selalu ada ditengah masyarakat. Tidak hanya bencana alam, BPBD ada dalam penanganan seperti laka laut, orang hilang, membuka cincin sempit, dan penanganan terhadap binatang buas seperti jenis ular dan tawon.
“Jadi kita ini sekarang sudah menjadi pelayan. BPBD sudah menjadi kebutuhan masyarakat, jadi jangan sampai kita hilang ditengah masyarakat, kita harus tingkatkan,” tambahnya lagi.
Operator Pusat Data dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang, Jhony E Wangga mengatakan, tahun 2021 bencana yang ditanganinya ada 104 kejadian. Sedangkan tahun 2020, ada sekitar 400.
“Kami berupaya selalu siaga, khususnya untuk menangani dan mengantisipasi bencana yang kerap terjadi,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
























