SATELITNEWS.ID, SETU—Peningkatan kualitas pembangunan bidang pendidikan harus dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan diminta untuk mewujudkan hal tersebut.
“Alokasi anggaran Pendidikan sebanyak 20 persen dari APBD Kota Tangerang Selatan harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Peningkatan kualitas pembangunan pendidikan harus dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, terutama terkait kemudahan akses pendidikan disemua jenjang pendidikan,” kata Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Paramitha Messayu ketika memaknai, momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021, yang diperingati setiap tanggal 2 Mei.
Menurutnya, peningkatan kualitas dan mutu pendidikan harus sesuai dengan Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional. “Pemerataan kualitas atau mutu pendidikan sesuai dengan standar mutu pendidikan dalam UU Sisdiknas, harus terus dievaluasi capaiannya sudah sejauh mana dirasakan dampaknya oleh masyarakat Kota Tangerang Selatan,” imbuhnya.
“Hadirnya berbagai lembaga swasta bergengsi di Kota Tangsel jangan sampai menjadikan lengah atas pemerataan mutu pendidikan di kota ini,” tegasnya.
Tak hanya itu, Paramitha meminta Pemkot Tangsel, untuk menambah jumlah sekolah agar dapat melakukan pemerataan pendidikan. “Khusus Tangsel, jumlah sekolah harapannya bisa dirancang sesuai dengan kebutuhan jumlah sekolah ideal per kelurahan, sebaran jumlah penduduk, dan inovasi kerjasama dengan berbagai pihak untuk mencapai jumlah dan akses pendidikan yang ideal untuk masyarakat Kota Tangerang Selatan,” tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyebut ada empat upaya yang tengah dilakukannya untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Hal itu diungkapkan Nadiem saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2021 di Halaman Kantor Kemendikbudristek, Senayan, Jakarta.
“Pertama perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi dan asesmen,” kata Nadiem, Minggu (2/5/2021).
Nadiem mengatakan seluruh upaya tersebut dirangkum dalam program Merdeka Belajar yang kini sudah mencapai episode kesepuluh dan terobosan-terobosan lain yang masih terus berjalan.
“Transformasi yang bermakna ini kami kerjakan agar segala sesuatu yang selama ini membuat bangsa ini hanya berjalan di tempat, dapat berubah menjadi lompatan-lompatan kemajuan,” ucapnya. (jarkasih)